Telkom University Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Pelatihan BUP
Pelatihan ini melibatkan tim Abdimas Telkom University yang terdiri dari para akademisi berpengalaman, yaitu Dr. Imanuddin Hasbi, S.T., M.M., Dr. Alex Winarno, S.T., M.M., dan Nuslih Jamiat, S.E., M.M. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi yang mencakup struktur kelembagaan usaha pesantren, legalitas pendirian badan usaha, pengelolaan organisasi dan keuangan, serta praktik penyusunan model bisnis modern yang relevan dengan ekosistem ekonomi syariah.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama pada sesi diskusi implementasi badan usaha pesantren dan studi kasus unit usaha yang berhasil di berbagai daerah. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga membekali santri dan pengurus dengan keterampilan praktis untuk mulai merancang dan mengelola unit usaha yang profesional, produktif, dan berdampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan strategi pengembangan ekonomi pesantren yang bertahap, yaitu:
- Pembentukan Koperasi Pesantren (Kopontren) sebagai sarana pengelolaan kebutuhan internal pesantren, seperti toko pesantren, layanan usaha santri, dan sistem ekonomi kerakyatan berbasis anggota.
- Pembentukan Badan Usaha Milik Pesantren (Holding) yang berfungsi sebagai induk usaha yang menaungi perusahaan-perusahaan pesantren serta fokus pada pengembangan bisnis eksternal dan kemitraan dengan dunia usaha.
- Integrasi sistem manajemen profesional, akuntabilitas keuangan syariah, dan digitalisasi pemasaran usaha pesantren.
Model strategis ini diharapkan mampu menjadikan pesantren tidak hanya mandiri, tetapi juga berperan aktif sebagai motor penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
Kegiatan pelatihan ini merupakan langkah awal dari program pendampingan berkelanjutan yang akan dijalankan Telkom University bersama Pesantren Al-Furqon. Selanjutnya, tim Abdimas Telkom University akan mendampingi pesantren dalam penyusunan rencana bisnis, pembuatan standard operating procedure (SOP), tata kelola lembaga, serta monitoring implementasi pembentukan badan usaha dan koperasi.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!