Telkom University Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren Lewat Pelatihan BUP
- Telkom University Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Pelatihan Pembentukan Badan Usaha Pesantren (BUP).
VISI.NEWS | BANDUNG — Dalam upaya mendukung penguatan kemandirian ekonomi umat dan pemberdayaan pesantren, Telkom University menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Abdimas) bertajuk "Pelatihan Pembentukan Badan Usaha Pesantren" untuk pengurus dan santri Pondok Pesantren Al-Furqon. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (4/11/2025), di Ruang Rapat Gedung Pascasarjana Telkom University ini berlangsung dari pukul 08.30 hingga 14.00 WIB.
Pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, yang menegaskan peran strategis pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan dan dakwah, tetapi juga sebagai motor pemberdayaan ekonomi umat. Dalam konteks ini, pesantren didorong untuk memperkuat fondasi kelembagaan ekonomi dengan membentuk unit usaha yang legal, profesional, dan berkelanjutan. Hal ini menjadi langkah penting dalam mengatasi tantangan kemandirian ekonomi pesantren dan membuka peluang penguatan ekosistem bisnis berbasis nilai-nilai keislaman serta pemberdayaan masyarakat sekitar.
Menurut data Kementerian Agama, Indonesia memiliki lebih dari 27.000 pesantren aktif yang tersebar di seluruh provinsi. Namun, sebagian besar pesantren masih menghadapi keterbatasan dalam hal kemandirian finansial dan manajemen usaha. Banyak pesantren yang masih bergantung pada donasi dan kontribusi wali santri untuk pembiayaan operasional. Oleh karena itu, penguatan unit usaha dan tata kelola bisnis pesantren menjadi sangat penting untuk menciptakan kemandirian ekonomi jangka panjang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.
Di sisi lain, sejumlah pesantren di Indonesia telah berhasil menjadi teladan dalam pengembangan ekonomi berbasis pesantren. Salah satunya adalah Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, yang berhasil mengembangkan puluhan unit bisnis terintegrasi berbasis wakaf produktif dan tata kelola modern. Pesantren Sidogiri di Pasuruan juga sukses dengan pengelolaan koperasi dan lembaga keuangan syariah berbasis pesantren yang telah berkembang secara nasional. Sementara itu, Pesantren Tebuireng di Jombang menunjukkan kiprah ekonomi yang kuat melalui inovasi usaha dan kemitraan strategis. Keberhasilan-keberhasilan ini menunjukkan bahwa pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat ekonomi yang kuat jika didukung oleh sistem manajemen yang baik dan kader ekonomi yang kompeten.
Pelatihan ini melibatkan tim Abdimas Telkom University yang terdiri dari para akademisi berpengalaman, yaitu Dr. Imanuddin Hasbi, S.T., M.M., Dr. Alex Winarno, S.T., M.M., dan Nuslih Jamiat, S.E., M.M. Selama pelatihan, peserta memperoleh materi yang mencakup struktur kelembagaan usaha pesantren, legalitas pendirian badan usaha, pengelolaan organisasi dan keuangan, serta praktik penyusunan model bisnis modern yang relevan dengan ekosistem ekonomi syariah.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi, terutama pada sesi diskusi implementasi badan usaha pesantren dan studi kasus unit usaha yang berhasil di berbagai daerah. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pemahaman teoretis, tetapi juga membekali santri dan pengurus dengan keterampilan praktis untuk mulai merancang dan mengelola unit usaha yang profesional, produktif, dan berdampak sosial bagi masyarakat sekitar.
Selain itu, dalam pelatihan ini, peserta diperkenalkan dengan strategi pengembangan ekonomi pesantren yang bertahap, yaitu:
- Pembentukan Koperasi Pesantren (Kopontren) sebagai sarana pengelolaan kebutuhan internal pesantren, seperti toko pesantren, layanan usaha santri, dan sistem ekonomi kerakyatan berbasis anggota.
- Pembentukan Badan Usaha Milik Pesantren (Holding) yang berfungsi sebagai induk usaha yang menaungi perusahaan-perusahaan pesantren serta fokus pada pengembangan bisnis eksternal dan kemitraan dengan dunia usaha.
- Integrasi sistem manajemen profesional, akuntabilitas keuangan syariah, dan digitalisasi pemasaran usaha pesantren.
Model strategis ini diharapkan mampu menjadikan pesantren tidak hanya mandiri, tetapi juga berperan aktif sebagai motor penggerak ekonomi lokal, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat sekitar.
Kegiatan pelatihan ini merupakan langkah awal dari program pendampingan berkelanjutan yang akan dijalankan Telkom University bersama Pesantren Al-Furqon. Selanjutnya, tim Abdimas Telkom University akan mendampingi pesantren dalam penyusunan rencana bisnis, pembuatan standard operating procedure (SOP), tata kelola lembaga, serta monitoring implementasi pembentukan badan usaha dan koperasi.
Dengan semangat kolaborasi dan pemberdayaan, Telkom University berharap pelatihan ini dapat menjadi fondasi yang kuat bagi terwujudnya pesantren yang mandiri secara ekonomi. Selain itu, pelatihan ini diharapkan dapat melahirkan generasi santri yang unggul dalam bidang pendidikan, spiritualitas, dan kemandirian usaha, serta menjadikan pesantren sebagai pusat transformasi ekonomi umat.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!