Tanpa Disadari, Pengeluaran Ini Menghambat Kebebasan Finansial
Ilustrasi Perencanaan Keuangan./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Banyak orang mengira pengeluaran terbesar berasal dari cicilan, belanja barang mewah, atau liburan. Namun menurut self-made miliuner sekaligus pakar keuangan pribadi Ramit Sethi, sumber kebocoran uang paling signifikan justru datang dari kebiasaan makan sehari-hari.
Dalam buku terbarunya Money for Couples, Sethi mengungkapkan bahwa sekitar 90% orang yang ditemuinya memiliki peluang terbesar untuk menghemat uang dari pos pengeluaran makanan, baik makan di restoran maupun memesan makanan secara online.
“Dari 90% orang yang saya ajak bicara, makanan adalah kategori terbesar di mana ada uang yang bisa ditabung dan dialihkan ke hal yang lebih penting,” tulis Sethi dalam keterangannya dikutip, Selasa (9/6/2026).
Ia menekankan, pengeluaran untuk makanan sering kali tidak disadari karena berkaitan dengan emosi dan kebiasaan sehari-hari.
“Beli makan malam bukan hanya soal lapar. Ada unsur kenyamanan, impulsif, hadiah untuk diri sendiri, dan banyak faktor lainnya,” ujarnya.
Total pengeluaran bulanan menjadi lebih besar karena tersebar dalam berbagai transaksi kecil, seperti membeli makan siang di kantor, pizza untuk anak, atau pesan makanan saat perjalanan pulang.
Sethi menyarankan pasangan atau keluarga mulai mencatat seluruh pengeluaran makan di luar menggunakan kartu kredit atau metode pembayaran yang sama agar lebih mudah dipantau. Selain itu, perubahan kebiasaan perlu dilakukan secara bertahap dan saling mendukung.
Beberapa kliennya berhasil menekan pengeluaran dengan membeli bahan makanan dalam jumlah besar untuk disimpan di freezer, mengubah kebiasaan nongkrong di restoran menjadi makan bersama teman di rumah, dan memanfaatkan sisa makanan untuk beberapa kali makan berikutnya.
Tujuan utama bukan sekadar mengurangi makan di luar, tetapi memahami aliran uang sehingga bisa dialihkan untuk tujuan lebih penting, seperti menabung, berinvestasi, membayar utang, atau persiapan dana pensiun. Salah satu klien berhasil mengurangi frekuensi makan di luar lima hingga enam kali seminggu, dan dana yang dihemat digunakan untuk mempercepat pelunasan utang kartu kredit.
“Setelah hari yang panjang memang melelahkan untuk memasak dan membereskan dapur. Tapi melihat utang terus berkurang memberikan kepuasan tersendiri,” ujar klien tersebut.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!