Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026 Muktamar ke-35 NU Digelar di Jombang, Ini Jadwal Lengkapnya 26 Aug 2026 Soroti Risiko Pembiayaan Koperasi Merah Putih, Ida Nurlaela Minta Dana Desa Tak Jadi Penutup Gagal Bayar 26 Aug 2026 Kecam Pernyataan Budi Arie, Demokrat: Jangan Sampai Menimbulkan Aroma Manuver 26 Aug 2026 Green Canyon Pangandaran Diproyeksikan Jadi Destinasi Dunia 26 Aug 2026 Rekening AMPB Diblokir, Firnando: Pentingnya Klarifikasi Menyeluruh Pihak Terkait 26 Aug 2026 Masuk Desil 9 dan 10, Benarkah Tak Bisa Beli Pertalite? 26 Aug 2026 Jersey Baru Persib Diserbu Bobotoh, Pesanan Tembus 2.000 26 Aug 2026 Korban Tewas TPA Runtuh di Guinea Bertambah Jadi 34 26 Aug 2026 Truk Masuk Jurang Cisarakan Sukabumi, Sopir Tewas 26 Aug 2026 Kabut Asap Karhutla Jambi Makin Pekat, Ganggu Kesehatan dan Sekolah 26 Aug 2026

Tambang Nikel di Kawasan Konservasi, Riyono: Awasi Secara Ketat

Desi Rossilawati
Rabu, 11 Juni 2025 | 06:15 WIB
Bagikan
Tambang Nikel di Kawasan Konservasi, Riyono: Awasi Secara Ketat
VISI.NEWS | JAKARTA - Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, mendesak pemerintah untuk memperketat pengawasan dan mengambil langkah tegas terhadap aktivitas yang merusak kawasan konservasi, khususnya di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya. Ia mengkritik keras aktivitas penambangan nikel di kawasan tersebut, yang menurutnya mencerminkan pembiaran terhadap ancaman serius bagi lingkungan dan keanekaragaman hayati. Menurutnya kawasan konservasi semestinya menjadi benteng terakhir perlindungan lingkungan dan terbebas dari berbagai tindakan yang bersifat destruktif. “Raja Ampat ini adalah rajanya biodiversity bagi kehidupan kelautan dan perikanan kita. Ada 2 juta hektar kawasan konservasi perairan, kepulauan ini merupakan ‘rumah’ bagi lebih dari 1.600 spesies ikan, 75 persen spesies karang yang dikenal di dunia, 6 dari 7 jenis penyu yang terancam punah, dan 17 spesies mamalia laut. Nilainya jika diuangkan triliunan. Keserakahan macam apa yang tutup mata terhadap kawasan konservasi ini?” ujar Riyono, Selasa (10/6/2025). Selain fungsi ekologis, politisi PKS tersebut menyoroti potensi Raja Ampat sebagai sumber pangan biru bagi masyarakat pesisir. Ia menilai, pengelolaan yang berkelanjutan terhadap kekayaan laut akan membawa kesejahteraan nyata bagi masyarakat lokal. Lebih lanjut, Riyono menyebut kerusakan terumbu karang akibat sedimentasi dari aktivitas tambang telah menyebabkan kematian berbagai biota laut. Ia mempertanyakan kebijakan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang dianggap abai terhadap risiko kerugian ekologis dari pemberian izin usaha di kawasan konservasi. “Kawasan konservasi harus memiliki resiko tinggi akan kerugian jika izin dikeluarkan untuk kegiatan tertentu,” tegasnya. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.