Tak Kerjakan PR, 10 Siswa Diduga Dipukul Guru SD di Medan
Ilustrasi./visi.news/net.
Mujiono mengatakan kepala sekolah membantah adanya pemukulan menggunakan tangan oleh DAL saat dimintai keterangan. Berdasarkan keterangan kepala sekolah, guru tersebut memukul bahu siswa menggunakan buku dan memberikan hukuman berupa squat jump.
"Kepala sekolah mengatakan hanya dipukul bahu dengan buku. Tapi sekarang memang tidak boleh lagi ada hukuman-hukuman fisik model begitu. Karena kalau tidak mengerjakan PR seharusnya dibina dengan baik-baik, bukan dipukul," kata Mujiono.
Mujiono juga menyayangkan keputusan DAL untuk mengundurkan diri karena yang bersangkutan masih berstatus sebagai guru honorer.
"Ya kita sebenarnya kasihan dan tidak ingin dia sampai kehilangan pekerjaan. Makanya kita minta kepsek untuk membuat pernyataan, nanti dipikir kita memaksa. Kita tidak ada memaksa, itu murni kemauan sendiri yang bersangkutan," tutupnya.
Berawal dari Laporan Orang Tua
Sebelumnya, puluhan orang tua siswa mendatangi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Medan untuk melaporkan guru yang diduga melakukan kekerasan terhadap siswa.
Puluhan orang tua tersebut datang bersama anak-anak mereka yang masih mengenakan seragam SD ke kantor Disdikbud Medan pada Rabu (26/8/2026).
Para orang tua kemudian diminta menuliskan kronologi kejadian oleh petugas di ruangan pelayanan PAUD, SD, dan SMP.
"Tadi bapak dan ibu perwakilan orang tua dan siswa dari SD Negeri 060807 mengadu tentang ada kejadian terhadap siswa yang terjadi di SD tersebut. Jadi, Dinas Pendidikan tadi juga sudah memfasilitasi orang tua dan anak-anak tentang kejadian di sekolah tersebut," ujar Mujiono, Rabu (26/8/2026).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!