Tak Ada Resep Asli? Madinah Buktikan Kuliner Hidup dari Perbedaan
Terlebih di kota kecil seperti Madinah, di mana hubungan sosial sangat erat. “Semua orang tahu keluarga-keluarga di Madinah dan bagaimana masing-masing memasak hidangan mereka,” katanya.
Ramadan meyakini Madinah dipilih UNESCO karena makanannya berorientasi pada rasa, berlapis sejarah, dan dijaga oleh rumah tangga, bukan institusi. Ia menduga UNESCO terpesona oleh banyaknya variasi dalam satu identitas kuliner yang sama, meski semua rasa tetap terasa khas “Madini”.
Menurutnya, bahkan nasi putih pun memiliki banyak versi rasa di Madinah. Hidangan tradisional Madinah berkembang berdasarkan pertanian lokal, ketersediaan bahan musiman, serta kondisi tertentu seperti ketersediaan listrik. Sebelum ada lemari es, masakan bergantung pada bahan segar harian, sehingga setiap hidangan sangat terikat dengan tanah tempat ia lahir.
Ramadan, yang beralih ke dunia kuliner setelah lebih dari satu dekade berkarier di bidang akuntansi dan keuangan, percaya bahwa makanan diciptakan untuk dibagi, dikenang, dan dihormati. Ia memulai bisnis kulinernya sendiri sebelum terhenti saat pandemi COVID-19, lalu kembali bekerja sebagai baker dan juru masak dapur panas.
Kariernya terus menanjak hingga ia dipilih Diriyah untuk menyajikan hidangan tradisional dalam berbagai acara besar. Ramadan kemudian mewakili Arab Saudi di kancah internasional sebagai chef tradisional, bekerja sama dengan Otoritas Pariwisata Saudi dan terus berkarya bersama Diriyah.
Sebagian besar perjalanan kariernya dibentuk oleh kesadaran bahwa banyak warisan kuliner Madinah belum terdokumentasi dan kerap disalahpahami. Meski mengakui bahwa makanan bersifat dinamis, Ramadan menegaskan tugasnya adalah merepresentasikan kuliner Saudi secara tradisional, tanpa fusi modern atau sensasi berlebihan.
Ia menghormati chef yang bereksperimen dan menyambut wisatawan yang ingin mencoba kuliner modern maupun tradisional. Namun baginya, peran yang ia emban adalah representasi budaya, bukan reinterpretasi. Di luar negeri, keaslian dituntut baik dari cara memasak maupun penyajian.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!