Tabrakan KA di Bekasi, Nasim Khan Sampaikan Keprihatinan dan Beri Beberapa Catatan
VISI.NEWS | JAKARTA - Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4). Proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan tak lama setelah kejadian. Sejumlah korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.
Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kecelakaan kereta api umumnya tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal.
“Kami turut berduka atas kejadian ini. Biasanya kecelakaan seperti ini bukan karena satu hal saja, tetapi kombinasi berbagai faktor, baik teknis, manusia, maupun infrastruktur,” ujar Nasim.
Ia menjelaskan, masih banyaknya perlintasan sebidang tanpa palang pintu atau petugas menjadi salah satu risiko utama. Selain itu, faktor kedisiplinan pengguna jalan juga dinilai masih rendah.
“Masih sering kita temui pengendara yang menerobos saat sinyal sudah berbunyi. Ini sangat berbahaya karena kereta tidak bisa berhenti mendadak,” katanya.
Nasim juga menyoroti keterbatasan visibilitas di sejumlah titik perlintasan, terutama di tikungan, area padat bangunan, maupun pada malam hari.
“Di beberapa lokasi, jarak pandang sangat terbatas. Ini membuat pengguna jalan terlambat menyadari adanya kereta yang melintas,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami bahwa kereta api memiliki prioritas utama di jalur rel.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!