Tabrakan KA di Bekasi, Nasim Khan Sampaikan Keprihatinan dan Beri Beberapa Catatan
“Edukasi harus terus dilakukan. Masyarakat harus paham bahwa kereta selalu diutamakan dan tidak bisa menghindar seperti kendaraan lain,” tegasnya.
Nasim mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta, termasuk selalu berhenti meskipun tidak ada palang pintu.
“Jangan pernah mengambil risiko. Berhenti sejenak, lihat kanan-kiri, dan dengarkan. Keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak menerobos ketika sinyal peringatan sudah aktif atau palang mulai turun.
“Kalau sirine sudah berbunyi, itu tanda bahaya. Jangan dipaksakan melintas,” katanya.
Di sisi lain, Nasim mendorong PT Kereta Api Indonesia bersama pemerintah untuk mempercepat peningkatan keselamatan perlintasan.
“Pemerintah perlu menutup perlintasan liar dan membangun flyover atau underpass di titik-titik rawan. Sistem peringatan juga harus ditingkatkan agar lebih efektif,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan perlintasan yang dinilai berbahaya kepada pemerintah daerah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!