Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026 Prabowo ke Lokasi Gempa NTT, Pastikan Penanganan Cepat dan Terkoordinasi 26 Aug 2026 Melchias Markus Mekeng Ingatkan Risiko Salah Sasaran Pembatasan Pertalite Berbasis Desil 26 Aug 2026 Bank Mandiri Sampaikan Permintaan Maaf, Rekening Botok Dibuka 26 Aug 2026 TPA Cioray Tasikmalaya Terbakar, Lima Hektare Terdampak 26 Aug 2026 Satu dari Tiga Korban Pantai Karangpapak Ditemukan Meninggal 26 Aug 2026 Hadiri Pesta Biru, Farhan, "Kalau lihat dari pemain, optimis pisan" 26 Aug 2026 UAJY Raih Hibah United Board 2026, Bersama AMSI Perkuat Jurnalisme Biodiversitas 26 Aug 2026 7 Tempat Makan Enak Dekat Stasiun Padalarang 26 Aug 2026 Pendakian Gunung Lincing Malang Ditutup akibat Kebakaran Hutan 26 Aug 2026 Pendaftaran TKA SMA 2026 Dibuka hingga 27 September, Ini Syaratnya 26 Aug 2026

Tabrakan KA di Bekasi, Nasim Khan Sampaikan Keprihatinan dan Beri Beberapa Catatan

Desi Rossilawati
Selasa, 28 April 2026 | 16:04 WIB
Bagikan
Tabrakan KA di Bekasi, Nasim Khan Sampaikan Keprihatinan dan Beri Beberapa Catatan

VISI.NEWS | JAKARTA - Tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dan kereta rel listrik (KRL) terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Selasa (28/4). Proses evakuasi dilakukan oleh petugas gabungan tak lama setelah kejadian. Sejumlah korban dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.

Anggota Komisi VI DPR RI, Nasim Khan, menyampaikan keprihatinannya atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa kecelakaan kereta api umumnya tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal.

“Kami turut berduka atas kejadian ini. Biasanya kecelakaan seperti ini bukan karena satu hal saja, tetapi kombinasi berbagai faktor, baik teknis, manusia, maupun infrastruktur,” ujar Nasim.

Ia menjelaskan, masih banyaknya perlintasan sebidang tanpa palang pintu atau petugas menjadi salah satu risiko utama. Selain itu, faktor kedisiplinan pengguna jalan juga dinilai masih rendah.

“Masih sering kita temui pengendara yang menerobos saat sinyal sudah berbunyi. Ini sangat berbahaya karena kereta tidak bisa berhenti mendadak,” katanya.

Nasim juga menyoroti keterbatasan visibilitas di sejumlah titik perlintasan, terutama di tikungan, area padat bangunan, maupun pada malam hari.

“Di beberapa lokasi, jarak pandang sangat terbatas. Ini membuat pengguna jalan terlambat menyadari adanya kereta yang melintas,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya edukasi keselamatan kepada masyarakat. Menurutnya, masih banyak warga yang belum memahami bahwa kereta api memiliki prioritas utama di jalur rel.

“Edukasi harus terus dilakukan. Masyarakat harus paham bahwa kereta selalu diutamakan dan tidak bisa menghindar seperti kendaraan lain,” tegasnya.

Nasim mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat melintasi rel kereta, termasuk selalu berhenti meskipun tidak ada palang pintu.

“Jangan pernah mengambil risiko. Berhenti sejenak, lihat kanan-kiri, dan dengarkan. Keselamatan jauh lebih penting daripada terburu-buru,” ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak menerobos ketika sinyal peringatan sudah aktif atau palang mulai turun.

“Kalau sirine sudah berbunyi, itu tanda bahaya. Jangan dipaksakan melintas,” katanya.

Di sisi lain, Nasim mendorong PT Kereta Api Indonesia bersama pemerintah untuk mempercepat peningkatan keselamatan perlintasan.

“Pemerintah perlu menutup perlintasan liar dan membangun flyover atau underpass di titik-titik rawan. Sistem peringatan juga harus ditingkatkan agar lebih efektif,” ujarnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif melaporkan perlintasan yang dinilai berbahaya kepada pemerintah daerah.

“Kalau ada perlintasan yang tidak aman, segera laporkan. Ini penting untuk mencegah kejadian serupa terulang,” katanya.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan. Sementara itu, perjalanan kereta di lintas Bekasi sempat terganggu dan kini mulai berangsur normal. @givary

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.