Substansi Ajaran Tasawwuf, Mengedepankan Etika dan Moral
Mendengar syarat itu, si Majusi enggan dan pergi. Ketika itulah Allah SWT berfirman kepada Nabi Ibrahim AS, "Wahai Ibrahim, sejak 50 tahun saya memberi makan orang Majusi itu di atas kekufurannya, dan saya tidak pernah minta syarat. Mengapa engkau tidak kasih saja makan si Majusi itu tanpa harus memintanya untuk mengubah agamanya?"
Lalu setelah mendapat teguran Allah itu, akhirnya Nabi Ibrahim AS segera mengejar si Majusi dan memintanya maaf. Konon, dengan permintaan maaf Nabi Ibrahim AS ini, justru kemudian si Majusi tertarik untuk masuk Islam.
Apa yang bisa kita petik dari kisah ini? Antara lain adalah, bahwa untuk memenuhi kebutuhan dunyawiyah orang lain tidaklah boleh bersikap diskriminatif atas nama apapun. Ini penting bagi pejabat publik (rumah sakit, adminduk, pelayanan publik) dan bagi siapa pun yang berkuasa, agar tidak membeda-bedakan di dalam menjalankan tugas pelayanan dan tugas konstitusionalnya.
@mpa/laduni.id
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!