Substansi Ajaran Tasawwuf, Mengedepankan Etika dan Moral
أَن لا يميز بَيْنَ أَن يأكل عنده ولى أَوْ كافر
"Al-Futuwwah adalah orang yang tidak membeda-bedakan apakah yang makan di sampingnya adalah seorang wali ataukah seorang kafir."
Jadi, jika seseorang sudah tidak lagi membedakan siapakah di sampingnya, apakah ia seorang kekasih Allah, orang kafir, atau siapa pun, maka ia telah sampai pada maqam atau kedudukan "Al-Futuwwah".
Ada juga yang mengartikan berikut:
الفتوة ترك التمييز
"Al-Futuwwah adalah tidak diskriminatif (atas nama apapun)."
Al-Futuwwah itu adalah kedudukan seorang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk kepentingan orang lain tampa membeda-bedakan apa agama dan keyakinannya, jenis kelamin, ras maupun etnisnya (tidak diskriminatif). Atau bahasa lainnya adalah "mengabdi tanpa syarat". Pengertian ini didukung sebuah kisah yang sebagaimana sering dituturkan oleh para ulama yang dinukil dari Kitab Ar-Risalah Al-Qusyairiyyah.
Suatu hari, seorang Majusi meminta makan kepada Nabiyullah Ibrahim AS. Beliau menjawab, "Ya, saya mau kasih makan dengan syarat masuk Islam."
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!