SOSOK | Dadang Sukmawijaya, dari Dunia Hukum "Diceburkan" ke Politik
VISI.NEWS | BALEENDAH - Masih ingat kasus tewasnya wanita cantik branch manager sebuah perusahaan multifinance Fransisca Yofie atau Sisca yang sangat menghebohkan Kota Bandung ? Atau kasus tewasnya jackmania Haringga Sirila yang dikeroyok sejumlah oknum bobotoh Persib di Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) ?
Dalam dua kasus tersebut, nama pria ini pernah mencuat karena diminta menjadi penasehat hukum terdakwa. Pada saat itu ia sering wara wiri diminta tampil di media-media mainstream bahkan diundang Karni Ilyas untuk tampil di Indonesia Lawyer Club (ILC).
Dadang Sukmawijaya, S.H., M.H., nama lengkap pria tersebut. Pekan kemarin menyambangi Redaksi VISI.NEWS di Jalan Raya Laswi No. 155, Baleendah, Kabupaten Bandung. Pria yang garang saat membela kliennya ini, terkesan low profile, layaknya warga Ciamis, tempat kelahirannya.
"Ah kang ieu mah silaturrahmi we," ungkap pria berkacamata minus ini begitu tiba di redaksi.
Dadang mengungkapkan, ia tidak menyangka kalau perjalanan hidupnya berkutat dalam banyak kasus orang kecil yang terjerat masalah hukum. Ia telah menghabiskan hampir separuh hidupnya untuk itu.
"Mungkin karena orang tua saya dulu juga orang kecil yang sering merasa terintimidasi oleh petugas terutama Tibum. Ayah saya dulu berjualan buah-buahan di trotoar dekat Pasar Baru Kota Bandung," ungkap pria kelahiran Ciamis, 3 Oktober 1979 ini.
Perjalanan hidup
Ketua Divisi Konsultasi dan Bantuan Hukum Lembaga Advokasi Hak Anak (LAHA) ini bercerita, selepas mesantren dan menuntaskan pendidikan sekolah atasnya di Ciamis, tahun 1999 ia daftar ke Sekolah Tinggi Hukum Bandung (STHB). Di kampus yang banyak melahirkan advokat ini, ia sempat dibimbing oleh seniornya dari Ciwidey yang juga mantan Ketua DPD Partai Demokrat Kab. Bandung, Endang, S.H., M.H. "Di kampus ini, saya sempat mendapat bimbingan dari beliau," ungkapnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!