SKETSA | Wayang Purwa

ED
Rabu, 27 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Wayang Purwa

Sanghyang Wenang berputera Sanghyang Tunggal

Sanghyang Tunggal berputera Sanghyang Antaga, Sanghyang Ismaya, dan Sanghyang Manikmaya.

Bagaimana Semar dapat terhubung dengan Nabi Adam? Pastinya para punakawan tidak akan ditemui dalam cerita Ramayana dan Mahabharata yang asli (dari India), karena cerita Wayang Purwa ini dan khususnya cerita wayang lainnya sudah berasimilasi dengan kultur budaya Jawa dan Sunda. Dalam Wayang Purwa kita akan mendapatkan cerita mengenai Batara Kala, Dewi Sri yang pada masyarakat agraris di pedesaan Indonesia dipercaya sebagai dewi padi, dan pertempuran hidup mati antara Subali, Sugriwa dengan Lembusura-Maesura yang tengah menculik Dewi Tara putri Batara Sambu, serta lahirnya Hanoman yang diamanatkan oleh para dewa melalui Putri Anjani anak Resi Gotama.

Kisah-kisah itu terangkai secara apik. Namun yang membuat terkesan adalah kisah mengharukan dua orang kakak beradik yang bernama Raden Sumantri, pemuda gagah nan rupawan dan Sukrasana yg buruk rupa namun memiliki hati dan jiwa seputih pualam. Sukrasana berambut keriting, cebol, dan agak hitam. Dengan penampilan fisik semacam itu, Sumantri merasa malu dan adiknya hanya akan menjadi perintang karirnya. Meski ia tahu, kesaktian Sukrasana satu tingkat di atasnya. Setelah Sumantri menang telak, berhasil membebaskan Negeri Magada dari kepungan pasukan Widarba. Pasukannya membawa banyak tawanan dan rampasan yang berupa emas-berlian, ternak, dan para putri. Tapi Sumantri tak segera pulang. Di perbatasan, ia justru mengirim surat ke Maespati dan menantang Arjuna Sasrabahu untuk perang tanding. Ia sombong dan ingin mengukur dirinya.

Sumantri akhirnya kalah melawan Arjuna Sasrabahu dan ia menerima hukumannya untuk memindahkan Taman Sriwedari dari khayangan ke Istana. Sebuah tugas yang mustahil dan membuat Sumantri hampir putus asa. Untungnya ia punya Sukrasana yang sakti. Dengan kesaktiannya, tugas itu diselesaikan Sukrasana dengan baik. Sayang, kehadiran Sukrasana yang buruk rupa membuat kekacauan para penghuni keputren yang sedang menyaksikan keindahan taman Sriwedari. Sumantri malu dan meminta adiknya segera pergi. Tapi Sukrasana menolak. Hingga akhirnya Sumantri pura-pura membidikkan anak panah ke arahnya. Tanpa diduga anak panah lepas. Sumantri kaget, tapi terlambat. Adiknya tewas terkena panahnya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.