SKETSA | Wayang Purwa

ED
Rabu, 27 April 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Wayang Purwa

Oleh Syakieb Sungkar

BUKU pertama yang saya baca adalah sebuah komik wayang karangan Saleh Ardisoma. Buku itu digambar tahun 1956 namun baru diterbitkan 10 tahun kemudian. Ardisoma menghasilkan serial “Wayang Purwa” sebanyak 22 jilid dengan jumlah halaman mencapai 1000 lembar. Selain itu ia membuat komik “Lahirnya Sri Rama” 2 jilid. Setelah itu ia berhenti berkarya dan tidak jelas kabar beritanya. Sampai sekarang. Komik Sri Rama diterbitkan PT. Melodi yang berdomisili di jalan ABC, Bandung. Saat itu, di awal Orde Baru, semua penerbitan akan diperiksa oleh Komdak. Karena Komdak Jakarta sangat ketat sensornya, maka banyak penerbit pindah domisili ke Bandung, mengingat Komdak VIII Jawa Barat lebih mudah menerbitkan izin.

Ardisoma membuat rangkaian cerita dan gambar yang tersaji sangat indah, dalam genre wayang ia adalah pelukis terbaik dibandingkan karya komikus lainnya pada penggambaran karakter dan penokohannya. Tata artistik halaman demi halaman komik “Wayang Purwa” nyaris sempurna, seperti kita melihat indahnya sebuah lukisan yang dipindahkan dalam sebuah panel komik, sehingga terasa lebih hidup dan tidak membosankan untuk terus membaca sampai akhir. Wayang Purwa sarat dengan petuah dan filosofi dalam kehidupan di alam semesta ini, tidak sedikit nilai-nilai luhur terkandung di dalamnya, menjadikan Wayang Purwa patut dan layak menjadi bacaan lintas generasi tanpa batasan usia.

Cerita Wayang Purwa adalah cerita asli Pewayangan Indonesia, merujuk pada kata Purwa yang berarti adalah permulaan atau awal, maka cerita ini mengisahkan silsilah pewayangan. Mulai dari saat lahirnya Sanghyang Ismaya (Semar), Sanghyang Antaga (Togog) serta Sanghyang Manikmaya (Batara Guru) dalam bentuk rupa sebutir telur, hingga kelahiran para dewa-dewi yang bersemayam di Istana Jongring Salaka. Pada halaman 2 komik Wayang Purwa, Ardisoma menuliskan begini:

Nabi Adam berputera Nabi Sis

Nabi Sis berputera Sanghyang Nurcahya

Sanghyang Nurcahya berputera Sanghyang Nurrasa

Sanghyang Nurrasa berputera Sanghyang Wenang

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.