SKETSA | RK
Menindaklanjuti banyaknya proyek-proyek yang macet itu, RK mengambil alih fungsi SOPD (Satuan Organisasi Perangkat Daerah) dan menyerahkannya ke Tim Akselerasi Pembangunan (TAP) yang isinya mantan tim sukses, alias konco-konco. Semoga upaya ini dapat berhasil. Tetapi mengingat reputasi Jawa Barat yang sarang korupsi itu, harusnya RK lebih berhati-hati agar reputasi menjadi provinsi terkorup tidak berkepanjangan.
Hal terakhir yang perlu saya garis bawahi, selain Jawa Barat menjadi provinsi terkorup menurut KPK, Jawa Barat juga menyandang gelar juara provinsi paling intoleran, menurut Kementerian Agama. RK yang sebenarnya adalah seorang moderat, harusnya mengambil posisi yang tegas dalam membalancing isu ini. Tetapi yang dilakukan RK justru sebaliknya, ia ikut arus. Dapat dibaca dengan tingginya konsentrasi program keagamaan yang berat ke satu agama saja. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari upaya mengambil hati umat mayoritas agar jalan ke arah Capres menjadi mulus. Sekali-sekali bolehlah membuat program dengan Gereja, Kelenteng, dan Vihara ya, RK, biar gelar intolerannya dapat hilang.
Kadang-kadang orang suka terlena dengan popularitas, dan menjadi egois, sehingga terlupa dengan hal-hal yang mestinya diperbaiki. Mabuk popularitas justru bisa menggagalkan ambisi. Dan berakhir dengan tidak mendapat apa-apa. Menjadi Capres bisa gagal, dan kans menjadi Gubernur periode berikutnya kesalip dengan Dedi, yang saat ini sedang serius menata di pelosok Jawa Barat. Masih ada waktu untuk memperbaiki ini semua, asal bersedia tanggalkan upaya pencapaian popularitas yang berlebihan dan kembali bekerja keras untuk rakyat Jawa Barat yang telah memilihmu.***
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!