SKETSA | RK
Dan hal itu sekarang mulai terkuak. Kalau menurut teman saya, RK itu punya ekspertis dalam memperbaiki taman. Lihat saja jalan Dago kan lebih asri sejak Ridwan menjabat, demikian kata teman saya itu. Karpet di depan Masjid Agung yang mirip rumput itu juga mempercantik Alun-alun, walau muncul bau dari dasar karpet tersebut, terutama kalau musim hujan. Tetapi, kalau ngurusin sungai dia kurang bisa, teman saya menambahkan. Ketua Forum Daerah Aliran Sungai (Fordas) Cilamaya Berbunga Karawang, Muslim Hafidz, mengatakan program penyelamatan sungai Cilamaya yang dicanangkan RK tidak berjalan. Normalisasi yang dijanjikan belum terlaksana. Begitu juga dengan Sungai Citarum yang sampai saat ini tetap meluap dan mengakibatkan banjir di Bandung Selatan. Ada juga teman saya seorang seniman, memperbaiki sendiri sungai Cigondewah dengan mengajak masyarakat untuk membersihkan sampah dan memurnikan air sungai itu dari pencemaran. Suatu dedikasi yang mengharukan, lebih mengharukan lagi – tidak ada uluran tangan dari Pemerintah tempat RK berkuasa.
Demikian pula jalan-jalan provinsi sekarang rusak berat, seperti di Cianjur misalnya, menghadapi ini RK dengan santai akan mengatakan harap maklum bahwa dana infrastruktur Jawa Barat hilang sebesar Rp 5 T untuk menanggulangi Covid. Tetapi yang menjadi soal adalah mengapa di provinsi lain jalan-jalan tetap mulus walau ada Covid, jangan-jangan hal ini terkait juga dengan reputasi Jawa Barat sebagai provinsi tertinggi korupsi.
Sebenarnya tidak banyak capaian maupun ide-ide yang terkait dengan infrastruktur dari RK. Ada satu ide brilliant dari RK mengenai pembangunan Bukit Algoritma, yang nantinya akan menjadi Silicon Valley Indonesia pertama, tetapi nyatanya mangkrak. Hal yang serupa terjadi ketika Bandara Kertajati kemudian tidak ada pesawat yang mau landing di sana, dan mungkin pada akhirnya nasib bandara komersial yang dibangun dengan biaya mahal itu hanya akan menjadi bengkel pesawat rusak. Soal mangkrak ini mengingatkan kita pada ide RK soal mesjid terapung di Gedebage yang juga pembangunannya terhenti.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!