SKETSA | Regulatory Capitalism
Optimisme Namun di samping elaborasi terhadap aspek-aspek negatif dari Regulatory Capitalism seperti uraian di atas, ada juga berita yang menggembirakan. Tentang berfungsinya lembaga-lembaga negara yang dapat mengontrol kecurangan dengan menggunakan mesin dan teknologi. Utamanya pada bisnis yang bersifat jual-beli berulang, seperti pada transaksi bursa saham. Rebecca Schmidt dan Colin Scott dalam paper risetnya, “Regulatory discretion: structuring power in the era of regulatory capitalism”, mengatakan bahwa proses otomatisasi berdasarkan pembelajaran mesin, sangat relevan ketika menyusun kebijaksanaan yang terkait pemantauan.
Regulator menggunakan teknologi yang secara langsung melakukan pemantauan dan menentukan kemungkinan pelanggaran. Dalam hal ini MIDAS (Sistem Analisis Data Informasi Pasar) dipakai untuk memantau Bursa Efek (SEC). MIDAS mengumpulkan sekitar 1 miliar catatan transaksi pertukaran ekuitas yang masing-masingnya berlangsung dalam orde mikrodetik. Pendekatan ini memungkinkan SEC dapat menganalisis ribuan transaksi saham selama periode enam bulan atau satu tahun, yang melibatkan 100 miliar catatan transaksi. Teknologi ini pada akhirnya digunakan untuk mendeteksi secara otomatis dan segera menghentikan aktivitas insider trading. Contoh lain adalah IRS (Internal Revenue Service) di Amerika, yang menggunakan proses otomatisasi untuk memprediksi penipuan pajak Demikian pula di Belanda, Systeem Risico Indicatie (SyRI), menggunakan algoritma yang dibuat untuk membantu pemerintah Belanda mendeteksi beberapa jenis penipuan seperti tunjangan sosial atau penipuan pajak.
Kesimpulan Regulatory Capitalism merupakan gerak balik pendulum terhadap Neoliberalisme yang cenderung melepaskan Pemerintah dari campur tangan ekonomi, menjadi Pemerintah yang kembali ikut serta dengan memberikan banyak regulasi dan pengontrolan kepada pasar dan ekonomi secara keseluruhan. Hal ini dipicu oleh kasus subprime yang mendatangkan kesengsaraan banyak orang. Subprime sebetulnya bukan satu-satunya pemicu ke arah regulasi, tidak jauh sebelum itu ada krisis 911 yang memicu Pemerintah Amerika Serikat menetapkan regulasi. Dan krisis/regulasi ternyata baik juga untuk pertumbuhan ekonomi walau kurang baik untuk jangka panjang karena menimbulkan ketergantungan swasta terhadap proyek-proyek Pemerintah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!