Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Quentin

ED
Rabu, 25 Mei 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Quentin

Film yang dibanggakannya, “Pulp Fiction”, mendapat Academy Award untuk Skenario Asli Terbaik, bersama Roger Avary, yang berkontribusi pada cerita tersebut. Ia juga mendapat nominasi untuk kategori Sutradara Terbaik. Film ini menerima lima nominasi lagi, termasuk untuk Film Terbaik. Tarantino juga memenangkan Palme d'Or untuk film tersebut di Festival Film Cannes 1994. Film ini meraup lebih dari $ 200 juta dan mendapatkan ulasan positif, walau penuh kekerasan di dalamnya, seperti film-film Tarantino pada umumnya. Dalam sebuah wawancara dengan Krishnan Guru-Murthy di Channel 4 News, Tarantino bereaksi dengan marah ketika, sehubungan dengan penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, ia ditanyai tentang dugaan hubungan antara kekerasan dalam film dan kehidupan nyata. Tarantino malah marah dan menantang wartawan itu, dengan mengatakan: “Saya menolak pertanyaan Anda. Saya bukan budak Anda dan Anda bukan majikan saya. Anda tidak bisa membuat saya menari mengikuti irama Anda. Saya bukan monyet.” Sampai sekarang ia masih aktif membuat film-film yang mengandung kekerasan – walau penggarapannya bermutu – karena masyarakat memang menyukainya. Apa boleh buat, kekerasan sudah menjadi budaya masyarakat.***

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.