Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Quentin

ED
Rabu, 25 Mei 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Quentin

Oleh Syakieb Sungkar

QUENTIN Jerome Tarantino kelahiran Knoxville, Tennessee, 27 Maret 1963, adalah seorang pembuat film, aktor, kritikus film, dan penulis. Film-filmnya dicirikan sebagai ikon kebudayaan pop dengan alur cerita nonlinier, humor gelap, kekerasan, dialog panjang, penggunaan kata-kata kotor, dengan akting cemerlang. Tarantino dibesarkan di Los Angeles. Dia memulai karirnya sebagai pembuat film independen dengan merilis “Reservoir Dogs” pada tahun 1992, sebuah film thriller kriminal. Film itu sebagian didanai oleh penjualan skenarionya yang kemudian difilmkan menjadi “True Romance” (1993). Film kedua buatannya adalah “Pulp Fiction” (1994), sebuah komedi kriminal, sukses besar di kalangan kritikus dan penonton serta memenangkan banyak penghargaan, termasuk Palme d'Or dan Academy Award untuk Skenario Asli Terbaik. Ia kemudian menulis skenario “From Dusk Till Dawn” (1996), yang juga ia bintangi. Setelah itu ia membuat film ketiga yaitu, “Jackie Brown” (1997).

Di tahun 2000an ia muncul lagi dengan cemerlang. Pada tahun 2003, Tarantino menciptakan “Kill Bill: Volume 1”, bergaya tradisi sinematik film kung fu dan seni bela diri Jepang. Volume 2 menyusul pada tahun 2004. Kejutan lain adalah “Inglourious Basterds” (2009) sebuah genre film perang, dan diikuti oleh “Django Unchained” (2012), sebuah film cowboy spaghetti yang memenangkan Academy Award untuk kedua kalinya sebagai Skenario Asli Terbaik. Film selanjutnya adalah, “Once Upon a Time in Hollywood” (2019), adalah sebuah drama komedi yang mengeksplorasi transisi Hollywood lama ke Hollywood Baru. Film itu kemudian dinovelkan pada tahun 2021.

Film-film Tarantino telah mengumpulkan kesuksesan baik secara mutu maupun komersial. Ia telah menerima banyak penghargaan: dua piala Academy Awards, dua BAFTA Awards, empat Golden Globe Awards, dan Palme d'Or. Pada tahun 2005, ia masuk dalam 100 orang-orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time. Sejarawan film Peter Bogdanovich menyebutnya sebagai sutradara paling berpengaruh pada generasinya. Tarantino juga menerima bintang di Hollywood Walk of Fame atas kontribusinya pada industri film. Karya Tarantino sering menjadi subyek kontroversi, termasuk penggambarannya tentang kekerasan dan seringnya penyertaan cercaan rasial, dan dugaan kelalaian serta sembrono dalam menangani adegan action di “Kill Bill: Volume 2”.

Mengapa Tarantino bisa seperti itu? Semuanya berakar pada masa lalunya.  Ia adalah anak tunggal dari Connie McHugh dan calon aktor Tony Tarantino, yang meninggalkan keluarga sebelum ia dilahirkan. Ayahnya keturunan Italia, dan ibunya keturunan Inggris, Irlandia, Cherokee, dan Jerman. Nama Quentin terinspirasi dari Quint Asper, sebuah karakter yang dimainkan Burt Reynolds dalam film seri Gunsmoke produksi CBS. Ibu Tarantino bertemu Tony ketika sedang dalam perjalanan ke Los Angeles, di mana Tony adalah seorang mahasiswa hukum. Setelah pernikahan dan perceraian singkat, Connie Tarantino meninggalkan Los Angeles dan pindah ke Knoxville, tempat orang tuanya tinggal. Namun pada tahun 1966, Tarantino dan ibunya kembali ke Los Angeles.

Ibu Tarantino menikah lagi dengan musisi Curtis Zastoupil segera setelah tiba di Los Angeles. Keluarga baru itu pindah ke Torrance, sebuah kota di daerah South Bay, Los Angeles County. Zastoupil mendorong kecintaan Tarantino pada film, dan menemaninya ke berbagai bioskop. Ibu Tarantino mengizinkannya menonton film dewasa, seperti “Carnal Knowledge” (1971) dan “Deliverance” (1972). Setelah ibunya menceraikan Zastoupil pada tahun 1973, Tarantino dikirim untuk tinggal bersama kakek-neneknya di Tennessee. Ia tinggal di sana kurang dari setahun sebelum kembali ke California. Pernah Tarantino mengungkapkan bahwa ia tidak akan pernah membagi kekayaannya dengan ibunya, karena ibunya suka mengejek keterampilan menulisnya ketika ia masih sekolah.

Pada usia 14 tahun, Tarantino menulis salah satu karyanya yang paling awal, sebuah skenario berjudul “Captain Peachfuzz and the Anchovy Bandit”, berdasarkan film tahun 1977 karya Hal Needham, “Smokey and the Bandit” yang dibintangi Burt Reynolds. Musim panas setelah ulang tahunnya yang ke-15, Tarantino dihukum oleh ibunya karena mengutil novel Elmore Leonard, “The Switch” dari K-Mart. Pada usia 15, Tarantino keluar dari Narbonne High School di Harbour City, Los Angeles. Ia kemudian bekerja serabutan pada sebuah bioskop film dewasa di Torrance, yang disebut Teater Pussycat. Kemudian, Tarantino menghadiri kelas akting di James Best Theatre Company, di mana ia bertemu dengan Craig Hamann, yang nantinya akan berkolaborasi untuk memproduksi film keduanya pada tahun 1987.

Sepanjang tahun 1980-an, Tarantino bekerja di Arsip Video, sebuah toko video di Manhattan Beach, California, selama lima tahun. Aktor Danny Strong menggambarkan Tarantino sebagai “Penggemar akut film. Dia memiliki begitu banyak pengetahuan tentang film sehingga Quentin akan membujuk orang untuk menonton film yang menurutnya sangat keren.” Pembuatan skenario “Pulp Fiction” sangat dipengaruhi oleh kegemarannya nonton selama bekerja di Arsip Video. Karena menurutnya, orang yang sudah mati dalam sebuah film, bisa hidup kembali dalam film lain. Karenanya, pada filmnya kita bisa melihat sebuah adegan yang tokohnya mati namun masih hidup di adegan berikutnya. Hal ini bisa terjadi karena alur film Tarantino itu maju mundur, tidak linear.

Tarantino mendapat bayaran dalam menulis pertama kali di awal 1990-an. Ketika Robert Kurtzman mempekerjakannya untuk menyusun naskah “From Dusk to Dawn”. Pada Januari 1992, film thriller kriminal neo-noir Tarantino, “Reservoir Dogs” — yang ia tulis, sutradarai, dan juga di sana ia berperan sebagai Mr. Brown — diputar di Sundance Film Festival. Film itu langsung hit dan menerima tanggapan positif dari para kritikus. Film perampokan yang penuh dengan dialog ini merintis jalan untuk film-film Tarantino selanjutnya. Tarantino menulis naskah untuk film tersebut dalam waktu tiga setengah minggu dan meneruskannya ke sutradara Monte Hellman. Hellman membantu Tarantino mendapatkan pendanaan dari Richard N. Gladstein di Live Entertainment (yang perusahaan itu kemudian berganti nama menjadi Artisan, sekarang dikenal sebagai Lionsgate). Harvey Keitel membaca naskah dan juga berkontribusi pada anggaran, ia mengambil peran sebagai co-produser dan juga memainkan peran utama.

Skenario Tarantino berikutnya, “True Romance” dipilih untuk difilmkan pada 1993. Tarantino adalah orang yang aneh, pernah ia membuat naskah film “Natural Born Killers”, yang kemudian direvisi oleh Dave Veloz, Richard Rutowski dan sutradara Oliver Stone. Dalam fim, Tarantino diberi kredit sebagai penulis cerita. Tetapi dalam sebuah wawancara ia malah menunjukkan kekhawatiran, mungkin karena naskahnya itu banyak direvisi. Ia berharap film itu baik-baik saja. Namun di kemudian hari ia tidak mengakui naskah film itu ia yang tulis. Tarantino juga seorang penulis skenario yang namanya tidak mau disebut dalam kredit (credit title), yaitu dalam film “Crimson Tide” (1995) dan “The Rock” (1996). Menyusul keberhasilan “Reservoir Dogs”, Tarantino didekati oleh Hollywood dan menawarkan banyak proyek, termasuk “Speed” ​​(1994) dan “Men in Black” (1997), tetapi ia malah mundur demi mengerjakan naskahnya, “Pulp Fiction”.

Film yang dibanggakannya, “Pulp Fiction”, mendapat Academy Award untuk Skenario Asli Terbaik, bersama Roger Avary, yang berkontribusi pada cerita tersebut. Ia juga mendapat nominasi untuk kategori Sutradara Terbaik. Film ini menerima lima nominasi lagi, termasuk untuk Film Terbaik. Tarantino juga memenangkan Palme d'Or untuk film tersebut di Festival Film Cannes 1994. Film ini meraup lebih dari $ 200 juta dan mendapatkan ulasan positif, walau penuh kekerasan di dalamnya, seperti film-film Tarantino pada umumnya. Dalam sebuah wawancara dengan Krishnan Guru-Murthy di Channel 4 News, Tarantino bereaksi dengan marah ketika, sehubungan dengan penembakan di Sekolah Dasar Sandy Hook, ia ditanyai tentang dugaan hubungan antara kekerasan dalam film dan kehidupan nyata. Tarantino malah marah dan menantang wartawan itu, dengan mengatakan: “Saya menolak pertanyaan Anda. Saya bukan budak Anda dan Anda bukan majikan saya. Anda tidak bisa membuat saya menari mengikuti irama Anda. Saya bukan monyet.” Sampai sekarang ia masih aktif membuat film-film yang mengandung kekerasan – walau penggarapannya bermutu – karena masyarakat memang menyukainya. Apa boleh buat, kekerasan sudah menjadi budaya masyarakat.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.