SKETSA | Quentin
Mengapa Tarantino bisa seperti itu? Semuanya berakar pada masa lalunya. Ia adalah anak tunggal dari Connie McHugh dan calon aktor Tony Tarantino, yang meninggalkan keluarga sebelum ia dilahirkan. Ayahnya keturunan Italia, dan ibunya keturunan Inggris, Irlandia, Cherokee, dan Jerman. Nama Quentin terinspirasi dari Quint Asper, sebuah karakter yang dimainkan Burt Reynolds dalam film seri Gunsmoke produksi CBS. Ibu Tarantino bertemu Tony ketika sedang dalam perjalanan ke Los Angeles, di mana Tony adalah seorang mahasiswa hukum. Setelah pernikahan dan perceraian singkat, Connie Tarantino meninggalkan Los Angeles dan pindah ke Knoxville, tempat orang tuanya tinggal. Namun pada tahun 1966, Tarantino dan ibunya kembali ke Los Angeles.
Ibu Tarantino menikah lagi dengan musisi Curtis Zastoupil segera setelah tiba di Los Angeles. Keluarga baru itu pindah ke Torrance, sebuah kota di daerah South Bay, Los Angeles County. Zastoupil mendorong kecintaan Tarantino pada film, dan menemaninya ke berbagai bioskop. Ibu Tarantino mengizinkannya menonton film dewasa, seperti “Carnal Knowledge” (1971) dan “Deliverance” (1972). Setelah ibunya menceraikan Zastoupil pada tahun 1973, Tarantino dikirim untuk tinggal bersama kakek-neneknya di Tennessee. Ia tinggal di sana kurang dari setahun sebelum kembali ke California. Pernah Tarantino mengungkapkan bahwa ia tidak akan pernah membagi kekayaannya dengan ibunya, karena ibunya suka mengejek keterampilan menulisnya ketika ia masih sekolah.
Pada usia 14 tahun, Tarantino menulis salah satu karyanya yang paling awal, sebuah skenario berjudul “Captain Peachfuzz and the Anchovy Bandit”, berdasarkan film tahun 1977 karya Hal Needham, “Smokey and the Bandit” yang dibintangi Burt Reynolds. Musim panas setelah ulang tahunnya yang ke-15, Tarantino dihukum oleh ibunya karena mengutil novel Elmore Leonard, “The Switch” dari K-Mart. Pada usia 15, Tarantino keluar dari Narbonne High School di Harbour City, Los Angeles. Ia kemudian bekerja serabutan pada sebuah bioskop film dewasa di Torrance, yang disebut Teater Pussycat. Kemudian, Tarantino menghadiri kelas akting di James Best Theatre Company, di mana ia bertemu dengan Craig Hamann, yang nantinya akan berkolaborasi untuk memproduksi film keduanya pada tahun 1987.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!