Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Quentin

ED
Rabu, 25 Mei 2022 | 06:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Quentin

Sepanjang tahun 1980-an, Tarantino bekerja di Arsip Video, sebuah toko video di Manhattan Beach, California, selama lima tahun. Aktor Danny Strong menggambarkan Tarantino sebagai “Penggemar akut film. Dia memiliki begitu banyak pengetahuan tentang film sehingga Quentin akan membujuk orang untuk menonton film yang menurutnya sangat keren.” Pembuatan skenario “Pulp Fiction” sangat dipengaruhi oleh kegemarannya nonton selama bekerja di Arsip Video. Karena menurutnya, orang yang sudah mati dalam sebuah film, bisa hidup kembali dalam film lain. Karenanya, pada filmnya kita bisa melihat sebuah adegan yang tokohnya mati namun masih hidup di adegan berikutnya. Hal ini bisa terjadi karena alur film Tarantino itu maju mundur, tidak linear.

Tarantino mendapat bayaran dalam menulis pertama kali di awal 1990-an. Ketika Robert Kurtzman mempekerjakannya untuk menyusun naskah “From Dusk to Dawn”. Pada Januari 1992, film thriller kriminal neo-noir Tarantino, “Reservoir Dogs” — yang ia tulis, sutradarai, dan juga di sana ia berperan sebagai Mr. Brown — diputar di Sundance Film Festival. Film itu langsung hit dan menerima tanggapan positif dari para kritikus. Film perampokan yang penuh dengan dialog ini merintis jalan untuk film-film Tarantino selanjutnya. Tarantino menulis naskah untuk film tersebut dalam waktu tiga setengah minggu dan meneruskannya ke sutradara Monte Hellman. Hellman membantu Tarantino mendapatkan pendanaan dari Richard N. Gladstein di Live Entertainment (yang perusahaan itu kemudian berganti nama menjadi Artisan, sekarang dikenal sebagai Lionsgate). Harvey Keitel membaca naskah dan juga berkontribusi pada anggaran, ia mengambil peran sebagai co-produser dan juga memainkan peran utama.

Skenario Tarantino berikutnya, “True Romance” dipilih untuk difilmkan pada 1993. Tarantino adalah orang yang aneh, pernah ia membuat naskah film “Natural Born Killers”, yang kemudian direvisi oleh Dave Veloz, Richard Rutowski dan sutradara Oliver Stone. Dalam fim, Tarantino diberi kredit sebagai penulis cerita. Tetapi dalam sebuah wawancara ia malah menunjukkan kekhawatiran, mungkin karena naskahnya itu banyak direvisi. Ia berharap film itu baik-baik saja. Namun di kemudian hari ia tidak mengakui naskah film itu ia yang tulis. Tarantino juga seorang penulis skenario yang namanya tidak mau disebut dalam kredit (credit title), yaitu dalam film “Crimson Tide” (1995) dan “The Rock” (1996). Menyusul keberhasilan “Reservoir Dogs”, Tarantino didekati oleh Hollywood dan menawarkan banyak proyek, termasuk “Speed” ​​(1994) dan “Men in Black” (1997), tetapi ia malah mundur demi mengerjakan naskahnya, “Pulp Fiction”.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.