SKETSA | Quentin
Oleh Syakieb Sungkar
QUENTIN Jerome Tarantino kelahiran Knoxville, Tennessee, 27 Maret 1963, adalah seorang pembuat film, aktor, kritikus film, dan penulis. Film-filmnya dicirikan sebagai ikon kebudayaan pop dengan alur cerita nonlinier, humor gelap, kekerasan, dialog panjang, penggunaan kata-kata kotor, dengan akting cemerlang. Tarantino dibesarkan di Los Angeles. Dia memulai karirnya sebagai pembuat film independen dengan merilis “Reservoir Dogs” pada tahun 1992, sebuah film thriller kriminal. Film itu sebagian didanai oleh penjualan skenarionya yang kemudian difilmkan menjadi “True Romance” (1993). Film kedua buatannya adalah “Pulp Fiction” (1994), sebuah komedi kriminal, sukses besar di kalangan kritikus dan penonton serta memenangkan banyak penghargaan, termasuk Palme d'Or dan Academy Award untuk Skenario Asli Terbaik. Ia kemudian menulis skenario “From Dusk Till Dawn” (1996), yang juga ia bintangi. Setelah itu ia membuat film ketiga yaitu, “Jackie Brown” (1997).
Di tahun 2000an ia muncul lagi dengan cemerlang. Pada tahun 2003, Tarantino menciptakan “Kill Bill: Volume 1”, bergaya tradisi sinematik film kung fu dan seni bela diri Jepang. Volume 2 menyusul pada tahun 2004. Kejutan lain adalah “Inglourious Basterds” (2009) sebuah genre film perang, dan diikuti oleh “Django Unchained” (2012), sebuah film cowboy spaghetti yang memenangkan Academy Award untuk kedua kalinya sebagai Skenario Asli Terbaik. Film selanjutnya adalah, “Once Upon a Time in Hollywood” (2019), adalah sebuah drama komedi yang mengeksplorasi transisi Hollywood lama ke Hollywood Baru. Film itu kemudian dinovelkan pada tahun 2021.
Film-film Tarantino telah mengumpulkan kesuksesan baik secara mutu maupun komersial. Ia telah menerima banyak penghargaan: dua piala Academy Awards, dua BAFTA Awards, empat Golden Globe Awards, dan Palme d'Or. Pada tahun 2005, ia masuk dalam 100 orang-orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time. Sejarawan film Peter Bogdanovich menyebutnya sebagai sutradara paling berpengaruh pada generasinya. Tarantino juga menerima bintang di Hollywood Walk of Fame atas kontribusinya pada industri film. Karya Tarantino sering menjadi subyek kontroversi, termasuk penggambarannya tentang kekerasan dan seringnya penyertaan cercaan rasial, dan dugaan kelalaian serta sembrono dalam menangani adegan action di “Kill Bill: Volume 2”.
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!