Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 Kesal Dimarahi Orang Tua, Pemuda di Bandung Bakar Rumah, Tiga Bangunan Hangus 5 Aug 2026 Jadwal Final Piala Presiden 2026: Persib vs Persebaya di Bali 5 Aug 2026 Dua Skenario Gagalkan Malaysia ke Semifinal Piala AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Kuat Maruf

ED
Kamis, 1 September 2022 | 07:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Kuat Maruf

Oleh Syakieb Sungkar

DI KOTA Kyoto, lebih dari 100 tahun yang lalu, ada sosok Samurai terbunuh di pinggir hutan. Seorang penebang kayu mengakui bahwa dia lah yang terlebih dahulu menemukan mayatnya 3 hari yang lalu ketika mencari kayu di hutan. Mula-mula ia menemukan topi milik istri samurai, kemudian ia menemukan juga caping milik samurai yang terbunuh itu. Samurai itu mati dalam keadaan terikat, ia melepaskannya, lalu melaporkan penemuan mayat itu kepada polisi. Ada kesaksian lain, datang dari seorang pendeta, ia melihat samurai dengan istrinya bepergian pada hari yang sama ketika pembunuhan itu terjadi. Penebang kayu dan pendeta itu kemudian dipanggil untuk bersaksi di pengadilan, menghadirkan seorang bandit yang ditangkap. Sang bandit mengaku telah mengikuti pasangan itu setelah tertarik dengan istri samurai ketika ia melihatnya sekilas di hutan.

Bandit itu seorang penjahat terkenal, yang bernama Tajōmaru, ia bercerita bahwa ia menipu samurai untuk pergi ke arah lain, ikut bersamanya, dengan bujukan bahwa ia menemukan sebuah pedang kuno yang berharga. Dalam perjalanan ia menumbangkan samurai itu dan mengikatnya ke pohon, lalu ia membawa lari istrinya dengan tujuan memperkosanya. Pada awalnya samurai mencoba membela diri dengan belati tetapi akhirnya dikalahkan oleh bandit. Setelah diperkosa, untuk menghilangkan rasa malu, istrinya memohon kepada bandit untuk berduel sampai mati dengan suaminya. Agar dapat menyelamatkannya dari rasa bersalah dan malu karena dua pria mengetahui aibnya.

Tajōmaru dengan terhormat membebaskan samurai itu dan berduel dengannya. Dalam ingatan Tajōmaru, mereka bertarung dengan terampil dan sengit. Bandit itu sempat memuji ilmu pedang sang samurai, namun pada akhirnya Tajōmaru berhasil membunuh samurai dan istrinya melarikan diri setelah pertarungan. Di akhir kesaksiannya, bandit itu ditanya tentang belati mahal yang digunakan oleh istri samurai itu. Bandit mengatakan bahwa, dalam kebingungan, ia melupakan semua itu, walau ia tahu ada tatahan mutiara pada gagang belati yang membuatnya sangat berharga. Si bandit menyesal telah meninggalkan belati itu.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.