SKETSA | Kuat Maruf
Sementara sang istri menceritakan kisah yang berbeda ke pengadilan. Si istri mengklaim bahwa Tajōmaru pergi setelah memperkosanya, ia memohon suaminya untuk memaafkannya, tapi samurai itu hanya menatapnya dengan dingin. Ia kemudian melepaskan tali yang mengikat suaminya dan memohon padanya untuk membunuhnya sehingga ia akan merasa damai. Tetapi samurai terus menatapnya dengan kebencian. Ekspresi suaminya sangat mengganggunya sehingga ia pingsan dengan belati di tangannya. Ketika terbangun ia menemukan suaminya mati dengan belati tertancap di dadanya. Istrinya mencoba bunuh diri tetapi gagal.
Kurang yakin dengan penjelasan sang istri, pengadilan kemudian meminta pertolongan dukun untuk memanggil arwah samurai. Arwah samurai itu bercerita bahwa, setelah si bandit memperkosa istrinya, Tajōmaru meminta istrinya untuk ikut dengannya. Istrinya bersedia, asalkan Tajōmaru mau membunuh suaminya agar ia tidak merasa bersalah menjadi milik dua pria. Mendengar itu Tajōmaru terkejut dan memberi si samurai suatu kesempatan untuk memilih: membiarkan istrinya pergi dengannya atau membunuh saja wanita itu. Istri samurai kemudian melarikan diri, dan Tajōmaru mencoba mengejarnya, tapi tidak berhasil. Samurai itu dibebaskan namun ia kemudian bunuh diri dengan belati istrinya. Belakangan, seseorang mengeluarkan belati dari dadanya, tetapi belum terungkap siapa itu.
Kemudian giliran penebang kayu bersaksi. Ia menyatakan bahwa ketiga cerita itu (istri samurai, arwah samurai, dan bandit) bohong. Penebang kayu mengatakan ia menyaksikan pemerkosaan dan pembunuhan tetapi ia menolak memberi keterangan karena tidak ingin terlibat. Menurut cerita penebang kayu, Tajōmaru memohon kepada istri samurai untuk menikah dengannya tetapi wanita itu malah membebaskan suaminya. Sang suami awalnya tidak mau melawan Tajōmaru, katanya ia tidak akan mempertaruhkan nyawa untuk seorang wanita manja. Tetapi wanita itu kemudian mengkritik suaminya dan Tajōmaru, seraya mengatakan bahwa mereka bukanlah pria sejati. Pria sejati itu akan berjuang untuk cinta seorang wanita. Ia mendesak mereka untuk bertarung satu sama lain tetapi kemudian wanita itu menyembunyikan wajahnya dalam ketakutan begitu mereka mengangkat pedang.Dalam ingatan penebang kayu, kedua pria itu tampak ketakutan saat mereka mulai berkelahi, duel yang dihasilkan jauh lebih menyedihkan dan canggung daripada yang diceritakan Tajōmaru sebelumnya. Bandit itu akhirnya menang melalui keberuntungan dan wanita itu melarikan diri. Tajōmaru tidak bisa menangkapnya tetapi mengambil pedang samurai dan meninggalkan tempat itu dengan pincang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!