"Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Ahli Gizi Ungkap Pilihan Sarapan yang Bantu Tingkatkan Energi Tubuh 5 Aug 2026 Ekspedisi 22 Hari Ungkap Keanekaragaman Laut Dalam di Samudra Hindia 5 Aug 2026 Jadwal Timnas Indonesia vs Singapura, Penentu Tiket Semifinal AFF 2026 5 Aug 2026

SKETSA | Kuat Maruf

ED
Kamis, 1 September 2022 | 07:00 WIB
Bagikan
SKETSA | Kuat Maruf

Kisah di atas berasal dari sebuah cerpen berjudul “In a Grove” yang ditulis Ryunosuke Akutagawa. Kemudian pada tahun 1950 cerpen itu difilmkan dengan judul “Rashomon” yang disutradarai Akira Kurosawa. Film itu dibintangi oleh Toshiro Mifune yang berperan menjadi si bandit Tajōmaru. Rashomon adalah film Jepang pertama yang menerima penghargaan internasional. Film itu memenangkan hadiah Golden Lion pada Festival Film Venesia di tahun 1951. Rashomon juga mendapat Penghargaan Kehormatan di Academy Awards (Oscar) pada tahun 1952. Dan dianggap sebagai salah satu dari film terbesar dunia yang pernah dibuat. Film itu menjadi terkenal karena mempunyai plot yang melibatkan berbagai karakter yang memberikan versi subjektif, alternatif, dan kontradiktif dari suatu insiden. Setiap saksi dalam peristiwa itu memberikan penjelasan yang berbeda-beda bahkan bertentangan dengan kesaksian lainnya.

Bukankah kasus Ferdy Sambo mirip dengan film Rashomon? Dalam menceritakan matinya Yosua, mula-mula Ferdy Sambo mengatakan sebagai akibat tembak-menembak antara Bharada E dengan Yosua karena ia kepergok sedang melecehkan Putri Candrawathi, istrinya. Kemudian Kamaruddin Simanjuntak menyanggah skenario Sambo tersebut karena jenazah Yosua ditemukan keluarganya penuh dengan luka penyiksaan. Dan dibuatlah skenario baru oleh masyarakat bahwa bukan peristiwa pelecehan yang menyebabkan kematian Yosua, tetapi justru Sambo sendiri yang berselingkuh dan hal itu diadukan Yosua kepada Putri. Pengaduan itu membuat Sambo marah dan membunuh Yosua. Kemudian Bharada E mencabut pengakuannya dan menceritakan bahwa yang membunuh Yosua adalah Sambo sendiri dibantu oleh Ricky, ajudannya. Skenario penyebabnya tetap pelecehan terhadap Putri, tetapi di Magelang, bukan di Duren Tiga. Dan tidak ada penyiksaan pra penembakan, karena peristiwa itu terjadi cepat sekali tidak sampai 10 menit. Kalau ada bekas luka pada jenazah Yosua, itu karena hasil sayatan otopsi dan pembuatan saluran untuk formalin. Otopsi pertama dan kedua hasilnya sama saja, Yosua mati karena ada 5 butir peluru yang ditembakkan ke dirinya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.