SKETSA | Kuat Maruf
Belakangan adalagi cerita baru berdasarkan penuturan Kuat Maruf, bahwa Yosua tidak melecehkan Putri, namun mereka berpacaran dan bermesraan, yang kemudian dilaporkan Kuat ke Sambo. Hal itu yang memicu Ferdy Sambo berencana untuk membunuh Yosua karena telah membuat aib keluarga. Kuat Maruf yang tinggal di sebuah gang sempit di Kelurahan Cibuluh, Bogor itu adalah warga sipil yang sudah 10 tahun bekerja sebagai supir di keluarga Sambo. Sementara menurut Kamaruddin Simanjuntak, Yosua itu adalah ajudan yang paling disayang Sambo dan istrinya sehingga menimbulkan kecemburuan ajudan lain. Ditambahkan lagi bahwa sekarang ada indikasi bahwa yang dimaksud “Skuat Lama” yang suka mengancam untuk membunuh Yosua adalah Kuat Maruf.
Tetapi akhir-akhir ini ada skenario baru yang berasal dari Deolipa Yumara, mantan pengacara Bharada E. Bahwa yang berpacaran dengan Putri itu bukan Yosua tetapi Kuat Maruf itu sendiri. Ketika mereka sedang bermesraan ternyata kepergok oleh Yosua. Untuk menutupi belangnya, maka Kuat dan Putri mengorbankan Yosua serta melaporkannya kepada Ferdy. Luar biasa, posisi cerita menjadi terbalik, semua bergantung pada para pencerita kisah ini. Sama dengan film Rashomon yang produksinya masih hitam-putih itu, setelah 88 menit kita menonton akhirnya kita tidak tau siapa yang menyebabkan si samurai terbunuh. Demikian pula dengan kisah pembunuhan Duren Tiga ini, sampai pengadilan berakhir, sidang memvonis para pelaku, mungkin kita tetap tidak tahu siapa sebenarnya yang menyebabkan kematian Yosua. Hanya Putri, Yosua dan Tuhan saja yang mengetahui kejadian sebenarnya.***
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!