SKETSA | Ferdy Sambo
Oleh Syakieb Sungkar
BINTANG sinetron “Polisi Tembak Polisi” minggu ini bergeser dari Kamaruddin Simanjuntak dengan munculnya bintang baru, Deolipa Yumara. Deolipa adalah pengacara baru Eliezer yang selama ini dikenal sebagai Bharada E. Ia diminta Kabareskrim untuk menggantikan tim pengacara lama yang sudah mengundurkan diri. Pengunduran diri itu terjadi karena Eliezer kemudian memberikan kesaksian bahwa pengakuannya terdahulu adalah rekayasa atau omong kosong. Kepada pengacara baru, Eliezer mengakui bahwa ia turun dari lantai atas bukan karena teriakan ibu Putri tetapi karena mendengar suara tembakan di ruang tamu lantai bawah. Ketika sampai di bawah ia melihat Ferdy Sambo yang sedang memegang pistol dan Brigadir Yosua yang sudah tersungkur bersimbah darah. Ferdy kemudian meminta Eliezer ikut menembak Yosua atau Brigadir J untuk memastikan ia benar-benar mati. Bukan hanya itu saja, ada juga tokoh lain, yaitu Bripka Ricky Rizal yang ikut menembak, sehingga total peluru yang masuk ke tubuh Yosua ada 5 butir. Kemudian Ferdy meminta Ricky untuk mengambil pistol HS-9 milik Yosua untuk ditembakkan ke arah tembok, maksudnya agar seolah-olah ada peristiwa tembak menembak antara Eliezer dan Yosua.
Selanjutnya Ferdy mengambil decoder dari CCTV yang merekam kejadian itu untuk menghilangkan barang bukti. Tidak hanya itu saja, ia memanggil tim Propam dan Polres Jakarta Selatan untuk mengacak-ngacak TKP. Total anggota yang terlibat pengalihan cerita dan mendukung skenario palsu ada 25 orang. Saat ini mereka sudah diamankan dan diperiksa Timsus satu persatu. Kecurigaan ada tim polisi yang terlibat dalam pengalihan barang bukti sebenarnya sudah tercium oleh Komnas HAM sehingga mereka memisahkan diri dari tim gabungan agar bisa melacak kejadian yang sebenarnya secara independen. Demikian pula Kompolnas melapor ke Menko Polhukam Mahfud MD bahwa tim polisi harus dibersihkan dulu kalau ingin kasus ini terang. Karenanya Mahfud meminta Kapolres untuk melakukan ‘bedol desa’ agar timsus mendapatkan orang-orang yang tidak terkontaminasi skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!