Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Ferdy Sambo

ED
Selasa, 9 Agustus 2022 | 07:30 WIB
Bagikan
SKETSA | Ferdy Sambo

Oleh Syakieb Sungkar

BINTANG sinetron “Polisi Tembak Polisi” minggu ini bergeser dari Kamaruddin Simanjuntak dengan munculnya bintang baru, Deolipa Yumara. Deolipa adalah pengacara baru Eliezer yang selama ini dikenal sebagai Bharada E. Ia diminta Kabareskrim untuk menggantikan tim pengacara lama yang sudah mengundurkan diri. Pengunduran diri itu terjadi karena Eliezer kemudian memberikan kesaksian bahwa pengakuannya terdahulu adalah rekayasa atau omong kosong. Kepada pengacara baru, Eliezer mengakui bahwa ia turun dari lantai atas bukan karena teriakan ibu Putri tetapi karena mendengar suara tembakan di ruang tamu lantai bawah. Ketika sampai di bawah ia melihat Ferdy Sambo yang sedang memegang pistol dan Brigadir Yosua yang sudah tersungkur bersimbah darah. Ferdy kemudian meminta Eliezer ikut menembak Yosua atau Brigadir J untuk memastikan ia benar-benar mati. Bukan hanya itu saja, ada juga tokoh lain, yaitu Bripka Ricky Rizal yang ikut menembak, sehingga total peluru yang masuk ke tubuh Yosua ada 5 butir. Kemudian Ferdy meminta Ricky untuk mengambil pistol HS-9 milik Yosua untuk ditembakkan ke arah tembok, maksudnya agar seolah-olah ada peristiwa tembak menembak antara Eliezer dan Yosua.

Selanjutnya Ferdy mengambil decoder dari CCTV yang merekam kejadian itu untuk menghilangkan barang bukti. Tidak hanya itu saja, ia memanggil tim Propam dan Polres Jakarta Selatan untuk mengacak-ngacak TKP. Total anggota yang terlibat pengalihan cerita dan mendukung skenario palsu ada 25 orang. Saat ini mereka sudah diamankan dan diperiksa Timsus satu persatu. Kecurigaan ada tim polisi yang terlibat dalam pengalihan barang bukti sebenarnya sudah tercium oleh Komnas HAM sehingga mereka memisahkan diri dari tim gabungan agar bisa melacak kejadian yang sebenarnya secara independen. Demikian pula Kompolnas melapor ke Menko Polhukam Mahfud MD bahwa tim polisi harus dibersihkan dulu kalau ingin kasus ini terang. Karenanya Mahfud meminta Kapolres untuk melakukan ‘bedol desa’ agar timsus mendapatkan orang-orang yang tidak terkontaminasi skenario yang dibuat oleh Ferdy Sambo.

Skenario sinetron “Polisi Tembak Polisi” merupakan kolaborasi antara Ferdy Sambo dengan Fahmi Alamsyah, seorang petinggi Polri dan sahabat dekat Ferdy. Namun karena waktu penggarapan skenario sinetron tersebut terlalu singkat sehingga kita sebagai penonton dapat melihat bahwa banyak adegan dan logika cerita kurang mulus. Misalnya, penggunaan istilah “pelecehan dengan pistol” yang dilakukan Brigadir J juga kurang pas dan tidak cukup logis dilihat penonton. Kalau digunakan istilah “penodongan dengan pistol” itu terlihat wajar, sedangkan “pelecehan dengan pistol” itu agak sulit untuk dibayangkan oleh pemirsa. Bagaimanapun orang akan melecehkan wanita bukan dengan pistol bukan? Tapi dengan benda yang lain. Demikian pula dengan pengadeganan, mengingat waktu latihan kurang maka dalam deskripsi yang dilakukan Eliezer terlihat berubah-ubah, hal ini yang menyebabkan akting Bharada E kurang meyakinkan.

Alhasil polisi melakukan langkah memutar dengan mengancam ke 25 orang kru film tersebut, dan hasilnya mulai didapati kejadian yang sebenarnya, sehingga Ferdy Sambo kemudian ditangkap karena menghilangkan barang bukti. Pengacara yang baru ini, Deolipa Yumara, terlihat jujur apa adanya, kemampuannya membujuk Eliezer telah menyebabkan ditangkapnya Bripka Ricky dengan tuduhan sebagai pembunuhan berencana. Dan jelas diungkapkan oleh Deolipa bahwa Eliezer bertindak seperti itu karena disuruh atasan. Kalau sudah begini sinetron akan segera berakhir dan Ferdy Sambo sebentar lagi juga diadili dan masuk penjara seumur hidup. Memang sayang, seorang dengan karir cemerlang, mempunyai kekuasaan besar, dan jabatan mentereng, yang seharusnya bisa menjadi Kapolri yang berikutnya, akan berakhir dengan tragedi menembak anak buahnya sendiri. Ada apa? Sinetron apa lagi di balik ini semua? Mari kita tonton cerita-cerita selanjutnya. Penonton harap bersabar.***

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.