Kenaikan Tarif PPN Dipandang Memberatkan: Dwi Rio Sambodo Soroti Dampak bagi Warga Jakarta
Editor
Desi Rossilawati
Rabu, 18 Desember 2024 | 08:30 WIB
VISI.NEWS | JAKARTA - Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen yang direncanakan berlaku mulai 1 Januari 2025 menuai kritik dari Anggota Komisi B DPRD Dwi Rio Sambodo.
Ia menilai kebijakan ini akan menjadi beban baru bagi masyarakat, terutama di tengah kondisi daya beli yang lemah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi nasional masih rendah dan Jakarta masih menghadapi tantangan perekonomian pasca-pandemi Covid-19 yang belum sepenuhnya pulih.
Dwi Rio menjelaskan bahwa tingkat pengangguran di Jakarta masih tinggi, dan rasio Gini Jakarta tercatat sebagai yang tertinggi kedua setelah Yogyakarta. Tingkat kemiskinan juga masih di angka 4,44 persen, sementara indeks pembangunan manusia (IPM) Jakarta, khususnya dalam hal pendapatan warga, masih perlu ditingkatkan. Ia berpendapat bahwa meningkatnya PPN, meskipun hanya untuk barang dan jasa tertentu, akan memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, yang akan semakin menyulitkan warga.
Menurut Dwi Rio, kenaikan tarif PPN tidak bisa dijadikan solusi penguatan ekonomi. Ia mengingatkan bahwa pemerintah seharusnya lebih fokus pada peningkatan produksi nasional dan penguatan sektor produktif rakyat, yang dapat meningkatkan Pendapatan Nasional serta mendorong produksi lokal. Penguatan ekonomi tidak seharusnya hanya mengandalkan penghematan anggaran atau peningkatan pajak.
Dalam konteks ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani sebelumnya menyatakan bahwa PPN 12 persen akan dikenakan pada barang dan jasa yang digolongkan sebagai mewah atau premium. Beberapa contoh barang seperti bahan makanan premium dan jasa pendidikan berstandar internasional akan mulai dikenakan PPN, sementara kebutuhan pokok tertentu akan tetap bebas PPN sesuai dengan Peraturan Presiden.
Pemerintah juga merencanakan untuk memberikan insentif PPN sebesar Rp 265,5 triliun pada tahun 2025, yang akan ditujukan untuk berbagai sektor, seperti bahan makanan, otomotif, dan properti, untuk membantu masyarakat di tengah tantangan ekonomi yang ada. @berlin
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!