Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026 Destinasi Pantai Paling Membahagiakan di Dunia Versi JustCover 5 Aug 2026 Mariano Peralta Bahagia Jalani Debut Manis Bersama Persib 5 Aug 2026 Pemerintah Umumkan Rangkaian Acara HUT Ke-81 RI 2026 5 Aug 2026 "Cahaya Hati" Debut, Warnai Pagelaran Sabang Merauke 2026 5 Aug 2026 Kades Rancaekek Kulon Buka Suara soal Polemik PTSL Rp.400 Ribu per Pemohon 5 Aug 2026 Satpol PP Ungkap Alasan Vendor SixNine Padel Tebang 10 Pohon 5 Aug 2026 Koalisi Pecinta Satwa Desak RI Hentikan Ekspor Monyet Ekor Panjang 5 Aug 2026 Thailand Kian Dekat ke Semifinal, Myanmar Pesta Tujuh Gol di ASEAN Hyundai Cup 2026 5 Aug 2026 MORROW Buka Pusat Kesehatan Preventif Terbesar di Singapura 5 Aug 2026 BOI Thailand Genap 60 Tahun, Investasi Asing Tembus Rekor Baru 5 Aug 2026

SKETSA | Benturan Peradaban (IV)

ED
Jumat, 4 Maret 2022 | 05:49 WIB
Bagikan
SKETSA | Benturan Peradaban (IV)

Memang terlihat ada kemenangan sesaat pada awal suatu kebijakan dalam pemerintahan Amerika dalam suatu periode. Kemenangan awal militer Amerika di Afghanistan dan Irak menghasilkan banyak kesalahan langkah ideologis, dan kondisi dengan cepat memburuk di kedua negara. Misalnya, sekitar 5.500 tentara Amerika menduduki Afghanistan pada tahun 2002, tetapi pada akhir tahun 2003, jumlah itu berlipat ganda. Demikian pula, 67.700 tentara menduduki Irak di 2003; namun, hilangnya stabilitas menyebabkan jumlah pasukan Amerika menjadi dua kali lipat pada akhir tahun 2004. Pada puncak pendudukan militer AS, Afghanistan memiliki sekitar 63.500 tentara pada tahun 2012, dan di Irak – Amerika memiliki sekitar 187.000 tentara di 2008. Dalam kedua kasus tersebut, para pemimpin politik Amerika telah berharap terlalu banyak dengan jumlah sumber daya terbatas, mereka mengabaikan kurangnya kapasitas kelembagaan di Afghanistan dan Irak. Sementara masalah keamanan dan pemerintahan melanda kedua negara selama pendudukan Amerika, Afghanistan telah menjadi negara gagal selama beberapa dekade, dan Irak hancur karena salah urus negara setelah perang. Salah urus oleh pejabat pemerintah Amerika dan Irak secara tidak sengaja telah menciptakan Negara Islam. Dengan munculnya Negara Islam ini mengharuskan militer AS untuk ditempatkan kembali ke Irak di 2014 untuk melindungi Bagdad.

Amerika percaya bahwa mereka dapat melakukan perang dengan biaya murah. George W. Bush Junior membuat keputusan jumlah militer yang dikerahkan ke Afghanistan dan Irak berdasarkan penghindaran dampak ekonomi domestik. Level pasukan yang dianggap terlalu tinggi akan membuat pemerintahannya dan Partai Republik rentan secara politik dan rentan terhadap biaya perang. Namun Afghanistan dan Irak ternyata membutuhkan lebih banyak sumber daya dan waktu lebih lama. George W. Bush mengakui pada tahun 2006, “kami tidak menang, kami tidak kalah.” Perkiraan biaya perang Irak berkisar dari $10 miliar sampai $100 miliar dan membutuhkan sekitar 100.000 pasukan. Faktanya perang di Irak menelan biaya $1,7 triliun. Angka ini terus tumbuh mengingat komitmen Amerika untuk memerangi Negara Islam.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.