SKETSA | Benturan Peradaban (IV)
Memang terlihat ada kemenangan sesaat pada awal suatu kebijakan dalam pemerintahan Amerika dalam suatu periode. Kemenangan awal militer Amerika di Afghanistan dan Irak menghasilkan banyak kesalahan langkah ideologis, dan kondisi dengan cepat memburuk di kedua negara. Misalnya, sekitar 5.500 tentara Amerika menduduki Afghanistan pada tahun 2002, tetapi pada akhir tahun 2003, jumlah itu berlipat ganda. Demikian pula, 67.700 tentara menduduki Irak di 2003; namun, hilangnya stabilitas menyebabkan jumlah pasukan Amerika menjadi dua kali lipat pada akhir tahun 2004. Pada puncak pendudukan militer AS, Afghanistan memiliki sekitar 63.500 tentara pada tahun 2012, dan di Irak – Amerika memiliki sekitar 187.000 tentara di 2008. Dalam kedua kasus tersebut, para pemimpin politik Amerika telah berharap terlalu banyak dengan jumlah sumber daya terbatas, mereka mengabaikan kurangnya kapasitas kelembagaan di Afghanistan dan Irak. Sementara masalah keamanan dan pemerintahan melanda kedua negara selama pendudukan Amerika, Afghanistan telah menjadi negara gagal selama beberapa dekade, dan Irak hancur karena salah urus negara setelah perang. Salah urus oleh pejabat pemerintah Amerika dan Irak secara tidak sengaja telah menciptakan Negara Islam. Dengan munculnya Negara Islam ini mengharuskan militer AS untuk ditempatkan kembali ke Irak di 2014 untuk melindungi Bagdad.
Amerika percaya bahwa mereka dapat melakukan perang dengan biaya murah. George W. Bush Junior membuat keputusan jumlah militer yang dikerahkan ke Afghanistan dan Irak berdasarkan penghindaran dampak ekonomi domestik. Level pasukan yang dianggap terlalu tinggi akan membuat pemerintahannya dan Partai Republik rentan secara politik dan rentan terhadap biaya perang. Namun Afghanistan dan Irak ternyata membutuhkan lebih banyak sumber daya dan waktu lebih lama. George W. Bush mengakui pada tahun 2006, “kami tidak menang, kami tidak kalah.” Perkiraan biaya perang Irak berkisar dari $10 miliar sampai $100 miliar dan membutuhkan sekitar 100.000 pasukan. Faktanya perang di Irak menelan biaya $1,7 triliun. Angka ini terus tumbuh mengingat komitmen Amerika untuk memerangi Negara Islam.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!