Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026 Akademi Persib Bandung Lolos Final Hydroplus Soccer League U18 11 Jul 2026 Ole Romeny Tinggalkan Oxford United Gabung Fortuna Sittard 11 Jul 2026 Saat Presiden RI Pilih Tunda Proyek Strategis Demi Selamatkan Stabilitas Ekonomi 11 Jul 2026 Daftar Harga Tiket Konser ENHYPEN di JIS 2027 11 Jul 2026 Profil Tan Kian Konglomerat Properti yang Disorot Kasus Asabri 11 Jul 2026 Arus Kendaraan Menuju Sukabumi Meningkat di Momen Akhir Libur Sekolah 11 Jul 2026 Polisi Periksa 15 Saksi Usai Geledah 12 Lokasi, Termasuk Tan Kian 11 Jul 2026 Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Kejagung 11 Jul 2026 Conor McGregor Kembali Hadapi Max Holloway di UFC 329 11 Jul 2026 Jasa Marga Gelar Pemeliharaan Tol Jagorawi, Simak Jadwal dan Titiknya 11 Jul 2026

Selat Hormuz Membara, Dunia di Ambang Guncangan Baru

ED
Rabu, 29 April 2026 | 08:43 WIB
Bagikan
Selat Hormuz Membara, Dunia di Ambang Guncangan Baru

VISI.NEWS | TEHERAN - Ketegangan di Timur Tengah kembali memasuki fase berbahaya setelah Iran menegaskan kawasan masih berada dalam “situasi perang”, sementara Selat Hormuz—jalur vital energi dunia—menjadi titik panas yang terus membayangi negosiasi internasional. Pernyataan itu memicu kekhawatiran global bahwa konflik belum benar-benar mereda, melainkan berubah menjadi perang dingin baru yang sewaktu-waktu dapat meledak.

Juru bicara militer Iran Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia menegaskan negaranya masih bersiaga penuh dan menyebut Teheran memiliki banyak “kartu kemenangan” yang belum digunakan. Ia bahkan memperingatkan respons yang lebih keras jika ada agresi baru terhadap Iran.

Pernyataan itu muncul ketika para pemimpin Teluk bertemu di Arab Saudi untuk membahas ancaman keamanan regional. Dalam pertemuan itu, negara-negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) mengecam ancaman penutupan Selat Hormuz dan menuntut jalur pelayaran internasional tetap aman serta bebas dari tekanan geopolitik.

Qatar secara terbuka mengingatkan agar Selat Hormuz tidak dijadikan kartu tawar politik. Doha juga mewanti-wanti bahaya “frozen conflict”, kondisi ketika perang tidak benar-benar selesai namun ketegangan terus menyala dan berpotensi memicu ledakan lebih besar.

Selat Hormuz menjadi pusat perhatian karena jalur sempit itu dilalui sebagian besar perdagangan minyak dunia. Setiap gangguan di kawasan ini berisiko mengguncang pasar energi global, menekan ekonomi dunia, dan memicu inflasi baru.

Dampaknya mulai terasa. Krisis di kawasan memicu lonjakan harga bahan bakar, termasuk avtur, yang mengguncang industri penerbangan. Sejumlah maskapai berbiaya rendah di Amerika Serikat bahkan meminta bantuan pemerintah senilai 2,5 miliar dolar AS akibat melonjaknya biaya jet fuel.

Asosiasi maskapai nilai ekonomis di AS memperingatkan tanpa dukungan pemerintah, tekanan biaya energi bisa memukul kompetisi industri dan mendorong harga tiket melonjak. Situasi ini memperlihatkan konflik Timur Tengah kini mulai menular ke sektor ekonomi global.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.