Selat Hormuz Membara, Dunia di Ambang Guncangan Baru
Pengamat menilai skenario paling berbahaya bukan perang terbuka penuh, melainkan konflik berkepanjangan berintensitas sedang—tidak damai, tapi juga tak selesai. Kondisi semacam ini justru lebih merusak karena menciptakan ketidakpastian permanen bagi ekonomi dan geopolitik dunia.
Di tengah ketegangan itu, perhatian juga mengarah pada dampak jangka panjang terhadap perdagangan global. Jika Selat Hormuz benar-benar terganggu, harga minyak, logistik, pangan, hingga manufaktur global diprediksi ikut terdampak.
Bagi pasar internasional, Hormuz kini bukan sekadar jalur laut, melainkan barometer stabilitas dunia.
Di balik perang urat saraf ini, pesan Iran terdengar tegas: konflik belum selesai. Sementara dunia menunggu hasil negosiasi, ancaman terbesar justru datang dari kemungkinan perang yang tidak pernah benar-benar usai.
Dan jika Selat Hormuz benar-benar menjadi senjata tekanan, yang terguncang bukan hanya Timur Tengah—tetapi ekonomi dunia.
@uli
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!