Entaskan Kemiskinan, Ini Sejumlah Langkah Strategis DKPP Kota Bandung
Bahan pangan beras./visi./visi.news/Pemprov Jabar.
VISI.NEWS | KOTA BANDUNG - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung memastikan stok beras di Kota Bandung dalam kondisi aman meski harga di pasar masih berada di atas harga eceran tertinggi (HET).
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah pasar daerah, ritel modern dan gudang Bulog, disampaikan bahwa stok beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam kondisi mencukupi.
Menurut Kepala DKPP Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, menjelaskan dalam rangka stabilisasi pasokan dan harga beras, saat ini Pemerintah Pusat melalui Badan Pangan Nasional sedang menyalurkan bantuan pangan kepada 146.232 keluarga.
Mereka menerima bantuan berupa beras sebanyak 10 kilogram kualitas medium dan minyak goreng (2 liter) setiap bulan untuk alokasi Februari dan Maret 2026.
Sejalan dengan kebijakan tersebut dan dalam rangka mendukung Program Pengentasan Kemiskinan, pada tahun 2026 Pemerintah Kota Bandung melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan melaksanakan pengadaan beras Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) sebanyak 131,3 ton.
Salah satu peruntukanya yaitu untuk Program ATM Beras yang akan disalurkan kepada 2.000 kepala keluarga miskin yang terdaftar pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) di luar penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Selain itu untuk Program Keluarga Harapan (PKH) dengan alokasi sebanyak 10 kilogram beras kualitas premium setiap bulan selama setahun kepada masing-masing penerima manfaat melalui 20 unit ATM Beras.
Dari 46 unit ATM Beras saat ini, sebanyak 40 unit milik Pemerintah Kota Bandung dan 6 unit lainnya merupakan milik Baznas Kota Bandung. Sebanyak 26 unit ATM Beras disuplay pengisian berasnya oleh Baznas Kota Bandung dengan jumlah penerima manfaat sebanyak 1.950 kepala keluarga.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!