Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026 Trailer Tabrak Dua Truk dan Motor di Pasuruan, Empat Tewas 27 Jul 2026 Fauzi Amro: DPR Siap Jalankan Fit and Proper Test Calon Gubernur BI 27 Jul 2026 Sistem Eror BPN Bandung Dikeluhkan Warga, Dinilai Buka Celah Praktik Pungli 27 Jul 2026 200 Personel Gabungan Siaga Pascabentrokan Maut di Menteng 27 Jul 2026 Senator Lia Istifhama Desak Polisi Tutup Tambang Pasir Ilegal di Blitar 27 Jul 2026 Harga Emas Antam Naik Rp10.000, Tembus Rp2,622 Juta per Gram 27 Jul 2026 Nazriel Syahdan Syukuri Debut di Piala Presiden 2026 Bersama Persib 27 Jul 2026 Nazriel Bersinar di Piala Presiden, Siap Rebut Tempat di Skuad Utama Persib 27 Jul 2026 "Jangan Melongo, Mikir!" Pesan Megawati untuk Generasi Muda Indonesia 27 Jul 2026 JK Dorong Indonesia Jadi Mediator Perdamaian Timur Tengah 27 Jul 2026

Sejumlah Harga Pangan Naik, Asep Wahyuwijaya Beri Sejumlah Catatan

Desi Rossilawati
PN
Rabu, 10 Juni 2026 | 13:57 WIB
Bagikan
Sejumlah Harga Pangan Naik, Asep Wahyuwijaya Beri Sejumlah Catatan

Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Nasdem, Asep Wahyuwjaya./visi.news/ist.

VISI.NEWS | JAKARTA - Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di tengah klaim pemerintah mengenai kecukupan stok nasional mendapat perhatian dari Komisi VI DPR RI. DPR menilai perlu dilakukan penelusuran menyeluruh untuk mengetahui penyebab lonjakan harga, terutama pada aspek distribusi barang.

Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi NasDem, Asep Wahyuwijaya, mengatakan pihaknya akan terlebih dahulu memastikan apakah kenaikan harga pangan berasal dari masalah produksi atau distribusi.

“Kalau sumbernya aman, berarti kita keluar dari produksi. Kita masuk ke distribusi. Nah soal distribusi ini pasti kita cek ke Kemendag,” kata Asep kepada wartawan di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurut Asep, kenaikan harga komoditas pangan domestik seperti cabai, bawang merah, dan beras tidak dapat langsung dikaitkan dengan pelemahan nilai tukar rupiah. Pasalnya, sebagian besar komoditas tersebut diproduksi di dalam negeri sehingga faktor produksi dan distribusi menjadi fokus utama evaluasi.

Ia menjelaskan, Komisi VI DPR akan meminta klarifikasi kepada Kementerian Pertanian terkait kondisi produksi dan pasokan pangan nasional. Jika pasokan dinilai mencukupi, maka perhatian akan diarahkan pada rantai distribusi yang berpotensi menjadi penyebab kenaikan harga di tingkat konsumen.

“Kalau memang dari sumber aman, berarti distribusinya yang harus dicek. Itu pasti kita konfirmasi ke Kemendag,” ujarnya.

Lebih lanjut, Asep menegaskan bahwa evaluasi terhadap rantai distribusi penting dilakukan untuk mengidentifikasi titik persoalan yang menyebabkan harga pangan terus meningkat di pasar. Langkah tersebut dinilai perlu agar pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Sebelumnya, pemerintah menyatakan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Namun, kenaikan harga sejumlah komoditas strategis memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas distribusi barang dari sentra produksi hingga pasar.

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.