Sejarah Papeda, Jejak Panjang Sagu dari Timur Nusantara

Desi Rossilawati
Rabu, 16 September 2026 | 09:00 WIB
Bagikan
Sejarah Papeda, Jejak Panjang Sagu dari Timur Nusantara

Papeda./visi.news/ist.

Papeda Jadi Identitas Budaya Timur Indonesia

Dalam perkembangannya, papeda tidak hanya menjadi makanan pokok, tetapi juga bagian dari identitas kuliner masyarakat Papua dan Maluku.

Cara menyantap papeda pun memiliki keunikan tersendiri. Papeda biasanya diambil menggunakan sumpit atau dua batang kayu khusus, kemudian diputar hingga menggulung sebelum dipindahkan ke piring.

Papeda juga sering ditempatkan dalam satu wadah untuk dinikmati bersama. Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari tradisi makan yang mencerminkan kebersamaan dan nilai kolektivitas masyarakat.

Selain dalam kehidupan sehari-hari, papeda juga dapat hadir dalam berbagai acara adat dan perayaan tertentu. Makanan ini dapat menjadi bentuk penghormatan kepada tamu maupun simbol rasa syukur atas hasil alam.

Fakta Menarik Seputar Sejarah Papeda

Beberapa hal membuat sejarah papeda menarik untuk dipelajari, antara lain:

  1. Sagu sebagai sumber pangan lama

    Sagu telah lama dimanfaatkan masyarakat di wilayah timur Nusantara sebagai sumber karbohidrat, bahkan sebelum beras berkembang luas di kawasan tersebut.

  2. Bagian dari ketahanan pangan lokal

Halaman :

Tags:

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.