SCG Dorong Transformasi Bisnis dan Pertumbuhan Hijau di INZS 2024
- Transformasi energi dan sumber daya: Pelaku industri perlu mengurangi ketergantungan pada energi fosil dengan mengeksplorasi sumber energi alternatif untuk mengurangi emisi. Sebagai langkah awal, SCG menargetkan pengurangan emisi dari produksi semen dan beton sebesar 25% pada tahun 2030.
Sejumlah inisiatif untuk mencapai target tersebut antara lain dengan meningkatkan penggunaan biomassa sebagai bahan bakar alternatif, seperti sekam padi, serbuk kayu, dan limbah kayu yang telah mencapai 20% dari total bahan bakar, serta meningkatkan penggunaan bahan baku alternatif seperti abu terbang (fly ash) dan abu dasar (bottom ash).
- Transformasi pengelolaan limbah: Salah satu proyek penting dalam upaya ini adalah pembangunan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cimenteng, Sukabumi. Fasilitas ini akan mengolah hingga 300 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif untuk produksi semen. Selain membantu mengurangi emisi karbon, proyek ini juga berkontribusi pada pengelolaan sampah yang lebih baik di wilayah tersebut. Fasilitas ini diperkirakan akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2024.
Transformasi bahan baku produksi sebagai solusi hijau: PT Semen Jawa dan PT Tambang Semen Sukabumi telah mengurangi penggunaan klinker dalam produksi semen menjadi kurang dari 75% dan meningkatkan penggunaan bahan baku alternatif. Selain itu, perusahaan telah memasang panel surya yang memproduksi 2.000 megawatt-jam energi per tahun. Langkah-langkah ini mendukung upaya berkelanjutan untuk mengurangi emisi CO2 dan meningkatkan penggunaan energi terbarukan.
- Transformasi sosial untuk mengurangi kesenjangan: Pelaku industri perlu memandang masyarakat sebagai mitra untuk bertumbuh, dengan mengintegrasikan hak-hak dan kebutuhan mereka dengan kegiatan bisnis perusahaan. Salah satu bentuk inisiatifnya, SCG meluncurkan program pemberdayaan masyarakat, Gesari (Gerakan Desa Berdikari), yang telah memberdayakan lebih dari 78 usaha kecil dan menengah dengan lebih dari 680 penerima manfaat sejak 2019.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!