SCG dan Hokkaido Poracon Tandatangani MoU untuk Ciptakan Infrastruktur Hijau di Indonesia

ED
Selasa, 9 Desember 2025 | 05:02 WIB
Bagikan
SCG dan Hokkaido Poracon Tandatangani MoU untuk Ciptakan Infrastruktur Hijau di Indonesia

Kenji Niwa, Project Formulation Advisor JICA, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks di Indonesia. "Banjir merupakan masalah utama yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dengan kolaborasi bersama SCG, kami yakin dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya mengatasi masalah banjir, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," katanya.

Sebagai bagian dari MoU ini, SCG dan Hokkaido Poracon berkomitmen untuk mempromosikan dua inisiatif utama: pertama, proyek sumur resapan beton berpori yang akan dimulai di Jakarta, dan kedua, ekspansi keahlian dan konsultasi teknis dalam pengelolaan aliran air hujan melalui beton berpori. Proyek ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyerapan air di kota-kota besar Indonesia yang sering dilanda banjir.

SCG, yang memiliki pengalaman lebih dari 112 tahun di industri material dan infrastruktur di Asia Tenggara, juga berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia. Dengan berbagai produk bangunan yang telah tersertifikasi Green Label oleh Green Product Council Indonesia (GPCI), SCG berharap dapat memperkenalkan lebih banyak solusi ramah lingkungan yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, SCG dan Hokkaido Poracon juga berencana untuk membangun pasar beton berpori di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Selain itu, SCG membuka peluang untuk menjajaki potensi joint venture dengan Hokkaido Poracon dan JICA guna memperluas dampak positif dari teknologi beton berpori dalam mengatasi masalah banjir.

Inovasi ini menjadi langkah penting dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan lingkungan yang semakin meningkat. Dengan teknologi beton berpori yang dikembangkan melalui kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat memperkenalkan solusi infrastruktur yang lebih ramah lingkungan, tahan bencana, dan berkelanjutan dalam mengelola air hujan serta mengurangi risiko banjir di masa depan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.