SCG dan Hokkaido Poracon Tandatangani MoU untuk Ciptakan Infrastruktur Hijau di Indonesia

ED
Selasa, 9 Desember 2025 | 05:02 WIB
Bagikan
SCG dan Hokkaido Poracon Tandatangani MoU untuk Ciptakan Infrastruktur Hijau di Indonesia

VISI.NEWS | JAKARTA - Banjir terus menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi Indonesia, terutama selama musim hujan yang panjang dengan curah hujan tinggi. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sepanjang tahun 2024 tercatat 1.420 kejadian banjir di seluruh Indonesia, dengan hampir 77,44% dari total korban bencana nasional adalah masyarakat yang terdampak banjir. Untuk mengatasi permasalahan ini, diperlukan inovasi yang efektif untuk mengurangi genangan air di kawasan permukiman, terutama dengan memastikan air hujan dapat terserap kembali ke dalam tanah dengan optimal.

Sebagai langkah untuk mengatasi masalah ini, SCG, melalui anak perusahaannya PT Kokoh Inti Arebama Tbk., menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Hokkaido Poracon Co., Ltd., sebuah perusahaan yang bergerak di bidang teknologi beton berpori. Teknologi ini diharapkan dapat menangani aliran air hujan secara efektif, yang merupakan salah satu penyebab utama banjir di Indonesia. Sebelumnya, SCG dan Hokkaido Poracon telah bekerja sama dalam program SDGs Business Supporting Survey yang didukung oleh Japan International Cooperation Agency (JICA), yang berfokus pada pengembangan solusi untuk mengatasi masalah air hujan dan banjir.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mengembangkan dan memasarkan produk beton berpori (porous concrete) yang dipercaya dapat meningkatkan penyerapan air hujan di kawasan perkotaan yang rawan banjir. Kedua perusahaan berharap bahwa inovasi ini dapat membantu menciptakan area resapan air hujan yang lebih efektif, sekaligus mengurangi potensi genangan air di permukiman. Fokus utama dari kerja sama ini adalah pada kegiatan manufaktur dan pemasangan beton berpori di wilayah dengan tingkat risiko banjir tinggi di Indonesia.

Thichet Srisuryon, Presiden Direktur PT Kokoh Inti Arebama Tbk., menjelaskan bahwa kolaborasi ini akan memperkuat komitmen SCG untuk menghadirkan inovasi berkelanjutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan. "Dengan kolaborasi ini, kami yakin dapat berkontribusi dalam mengurangi risiko banjir dan mendukung konservasi air tanah, serta membantu menciptakan infrastruktur hijau di wilayah perkotaan Indonesia," ujarnya.

Kenji Niwa, Project Formulation Advisor JICA, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi ini. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini sangat relevan dalam menghadapi tantangan iklim yang semakin kompleks di Indonesia. "Banjir merupakan masalah utama yang dihadapi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Dengan kolaborasi bersama SCG, kami yakin dapat menghadirkan solusi yang tidak hanya mengatasi masalah banjir, tetapi juga mendorong pembangunan infrastruktur yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," katanya.

Sebagai bagian dari MoU ini, SCG dan Hokkaido Poracon berkomitmen untuk mempromosikan dua inisiatif utama: pertama, proyek sumur resapan beton berpori yang akan dimulai di Jakarta, dan kedua, ekspansi keahlian dan konsultasi teknis dalam pengelolaan aliran air hujan melalui beton berpori. Proyek ini bertujuan untuk mengoptimalkan penyerapan air di kota-kota besar Indonesia yang sering dilanda banjir.

SCG, yang memiliki pengalaman lebih dari 112 tahun di industri material dan infrastruktur di Asia Tenggara, juga berkomitmen untuk mendukung pembangunan infrastruktur hijau di Indonesia. Dengan berbagai produk bangunan yang telah tersertifikasi Green Label oleh Green Product Council Indonesia (GPCI), SCG berharap dapat memperkenalkan lebih banyak solusi ramah lingkungan yang mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Melalui kerja sama ini, SCG dan Hokkaido Poracon juga berencana untuk membangun pasar beton berpori di Indonesia dalam beberapa tahun mendatang. Selain itu, SCG membuka peluang untuk menjajaki potensi joint venture dengan Hokkaido Poracon dan JICA guna memperluas dampak positif dari teknologi beton berpori dalam mengatasi masalah banjir.

Inovasi ini menjadi langkah penting dalam menghadapi perubahan iklim dan tantangan lingkungan yang semakin meningkat. Dengan teknologi beton berpori yang dikembangkan melalui kolaborasi ini, diharapkan Indonesia dapat memperkenalkan solusi infrastruktur yang lebih ramah lingkungan, tahan bencana, dan berkelanjutan dalam mengelola air hujan serta mengurangi risiko banjir di masa depan.

@uli

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.