Harga Minyak Turun Usai AS Iran Teken MoU
Selat Hormuz./visi.news/ist.
VISI.NEWS | BANDUNG - Harga minyak dunia kembali turun, Kamis (18/8/2026), setelah Presiden Amerika Serikat dan Presiden Iran menandatangani kesepakatan untuk mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz. Perkembangan ini langsung memberi sinyal positif ke pasar energi global.
Penurunan harga minyak terjadi karena pasar merespons peluang meredanya konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Selama lebih dari tiga bulan, perang kedua negara telah mengguncang pasar energi dan memicu lonjakan inflasi baru. Karena itu, kesepakatan damai tersebut dipandang sebagai faktor penting yang dapat menekan kekhawatiran pasar.
Dilansir kantor berita AFP, Kamis (18/8/2026) harga minyak mentah turun lebih dari tiga persen pada Kamis. Penurunan itu melanjutkan tren yang sudah terjadi sejak kabar mengenai kesepakatan tersebut mulai beredar pada akhir pekan lalu.
Konteks utama dari turunnya harga minyak ini berada pada pembukaan kembali Selat Hormuz. Jalur tersebut menjadi perhatian pasar karena berkaitan erat dengan pergerakan energi global. Ketika perang berlangsung, ketidakpastian di kawasan itu membuat pasar lebih sensitif terhadap risiko gangguan.
Kini, setelah kesepakatan ditandatangani, optimisme terhadap perdamaian antara kedua negara meningkat. Meski begitu, respons pasar tetap akan bergantung pada keberlanjutan kesepakatan tersebut dan bagaimana situasi berkembang setelah perang dinyatakan berakhir.
Dengan perkembangan ini, harga minyak menunjukkan bahwa pasar energi sangat cepat bereaksi terhadap perubahan geopolitik. Kesepakatan Amerika Serikat dan Iran menjadi pemicu utama penurunan harga sekaligus memberi harapan baru bagi stabilitas energi global.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!