SCG Catat EBITDA Rp23,1 Triliun, Perkuat Daya Saing dan Keberlanjutan

ED
Kamis, 13 November 2025 | 20:30 WIB
Bagikan
SCG Catat EBITDA Rp23,1 Triliun, Perkuat Daya Saing dan Keberlanjutan

Dalam dua belas bulan terakhir, SCG secara konsisten telah melaksanakan langkah-langkah untuk memperkuat posisi keuangannya. Modal kerja menurun sebesar Rp11.658 miliar (US$ 667 juta), utang bersih turun sebesar Rp17.417 miliar (US$ 997 juta), dan biaya keuangan berkurang sebesar Rp104 miliar (US$ 6 juta), atau turun 2%. Rasio utang bersih terhadap EBITDA tercatat 4,7 kali, dengan cash on hand yang tersedia pada akhir kuartal III/2025 sebesar Rp632.377 miliar (US$ 1.530 juta), mencerminkan manajemen keuangan perusahaan yang disiplin dan bijaksana.

Untuk operasi SCG di ASEAN (tidak termasuk operasi di Thailand), Pendapatan dari Penjualan untuk periode 9 bulan pertama 2025 (9M/2025) mencapai Rp39.957 miliar (US$ 2.324 juta), meningkat 6% secara tahunan. Operasi SCG di ASEAN (tidak termasuk Thailand) berkontribusi sebesar 21% terhadap total Pendapatan dari Penjualan SCG. Angka ini mencakup penjualan dari operasi lokal di setiap pasar ASEAN maupun ekspor dari operasi di Thailand.

Hingga September 2025, total aset SCG mencapai Rp452.357 miliar (US$ 25.891 juta), dengan aset SCG di ASEAN (tidak termasuk aset di Thailand) sebesar Rp214.957 miliar (US$ 12.303 juta), atau setara dengan 48% dari total aset konsolidasian SCG.

Di Indonesia, SCG mencatat Pendapatan dari Penjualan untuk periode 9 bulan pertama 2025 (9M/2025) sebesar Rp14.047 miliar (US$ 817 juta), meningkat 8% secara tahunan, terutama dipengaruhi oleh kurs dari translasi mata uang asing (FX).

Strategi SCG untuk Memperkuat Daya Saing di Tengah Perlambatan Ekonomi Global Meskipun perekonomian global tetap rapuh dan tidak dapat diprediksi, SCG yakin bahwa strategi adaptasi tepat waktu yang dijalankan telah terbukti menjadi "bentuk kekebalan yang tepat." SCG terus melanjutkan empat strategi utama untuk memperkuat ketahanan bisnis dan menghadapi perlambatan ekonomi global yang berkepanjangan, yaitu:

Strategi 1: Menjaga disiplin keuangan yang berkelanjutan, mengelola arus kas secara stabil, dan menggunakan modal kerja secara bijaksana. Terus melakukan restrukturisasi operasional bisnis dan mengurangi biaya melalui pemanfaatan AI & Robotika. PT Tambang Semen Sukabumi, salah satu unit bisnis Cement & Green Solution SCG, memanfaatkan Digital Mapping, yaitu pengukuran lahan tambang secara digital yang memungkinkan pemrosesan data lebih cepat, mengurangi paparan manusia terhadap risiko, dan memperpendek waktu perjalanan yang dibutuhkan.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.