SCG Catat EBITDA Rp23,1 Triliun, Perkuat Daya Saing dan Keberlanjutan
Pada kuartal III/2025, SCG mempertahankan EBITDA yang kuat sebesar Rp7.368 miliar (US$ 428 juta). Perusahaan melaporkan Laba sebesar Rp402 miliar (US$ 23 juta). Pendapatan dari Penjualan mencapai Rp63.237 miliar (US$ 3.678 juta), turun 2% dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama dipengaruhi oleh faktor musiman di bisnis semen dan konstruksi, serta penurunan penjualan dari SCGP.
Kinerja Utama Unit Bisnis SCG Kuartal III/2025
Meskipun terjadi perlambatan musiman di sektor konstruksi, Unit Bisnis Cement and Green Solutions mencatatkan laba sebesar Rp822 miliar (US$ 48 juta), didukung oleh inisiatif restrukturisasi biaya dan ekspansi berkelanjutan pasar Low Carbon Cement di ASEAN. SCG Decor mencatat laba sebesar Rp158 miliar (US$ 9 juta), didorong oleh manajemen biaya yang efektif serta fokus pada pengembangan produk High Value Added (HVA) dan produk dengan pertumbuhan tinggi yang memenuhi kebutuhan konsumen modern. Sementara itu, SCG Smart Living dan SCG Distribution and Retail mencatat laba gabungan sebesar Rp31 miliar (US$ 2 juta), didukung oleh percepatan pengurangan biaya melalui pemanfaatan AI dan sistem automation, serta pengelolaan bahan baku yang efisien. SCGC membukukan rugi sebesar Rp2.076 miliar (US$ 121 juta), karena bisnis ini masih menghadapi penyempitan margin harga produk kimia. Namun demikian, perusahaan tetap mempertahankan tingkat pemanfaatan produksi yang tinggi sebesar 85–90%, melebihi rata-rata industri. Sementara itu, SCGP mencatat laba periode berjalan sebesar Rp495 miliar (US$ 29 juta). Secara keseluruhan, industri packaging di ASEAN mengalami perbaikan, didorong oleh konsumsi domestik dan pemulihan ekspor, meskipun harga jual pulp dan kertas menurun.
Untuk periode 9 bulan pertama tahun 2025, EBITDA mencapai Rp23.111 miliar (US$ 1.344 juta), meningkat 15% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Laba Periode Berjalan tercatat sebesar Rp9.225 miliar (US$ 536 juta), meningkat 159%, sementara Pendapatan dari Penjualan mencapai Rp192.563 miliar (US$ 11.198 juta), mengalami penurunan 3%.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!