Rupiah Menjauh dari Rp18.000, BI Mulai Ubah Strategi
VISI.NEWS — Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat sepanjang 30 Juli hingga 30 Agustus 2026 menunjukkan fase yang cukup menarik. Rupiah mengawali periode di sekitar Rp18.080 per dolar AS pada 30 Juli, kemudian bergerak menguat secara bertahap hingga berada di kisaran Rp17.700-an pada akhir Agustus.
Penguatan tersebut tidak berlangsung lurus. Rupiah sempat kembali mendapat tekanan pada awal Agustus, sebelum kemudian memasuki fase penguatan yang lebih konsisten pada pertengahan hingga akhir bulan. Di balik pergerakan tersebut terdapat kombinasi faktor global, kebijakan Bank Indonesia (BI), arus modal asing, serta ekspektasi terhadap arah suku bunga Amerika Serikat.
Data historis USD/IDR menunjukkan kurs berada di Rp18.080 per dolar AS pada 30 Juli 2026. Sehari kemudian, 31 Juli, rupiah menguat menjadi sekitar Rp17.994 per dolar AS. Pada awal Agustus, rupiah masih bergerak di atas Rp18.000, dengan posisi Rp18.020 pada 4 Agustus. Setelah itu, tekanan mulai mereda dan kurs bergerak turun secara bertahap menuju Rp17.900-an.
Memasuki 5 Agustus, dolar AS berada di sekitar Rp17.930. Rupiah kemudian terus bergerak menguat hingga Rp17.755 pada 10 Agustus. Pergerakan tersebut memperlihatkan bahwa tekanan terhadap rupiah mulai berkurang setelah mata uang domestik sebelumnya berada di dekat level Rp18.000 per dolar AS.
Pada 11-14 Agustus, rupiah bergerak relatif stabil di kisaran Rp17.800-Rp17.900. Kurs USD/IDR tercatat sekitar Rp17.835 pada 11 Agustus, Rp17.870 pada 12 Agustus, Rp17.865 pada 13 Agustus, dan Rp17.825 pada 14 Agustus.
Penguatan kemudian berlanjut pada pekan berikutnya. Pada 18 Agustus, data pasar menunjukkan USD/IDR berada di sekitar Rp17.855. Sehari kemudian bergerak ke Rp17.830 dan pada 20 Agustus turun ke sekitar Rp17.742,5. Pada 21 Agustus, rupiah berada di sekitar Rp17.690 per dolar AS.
Data resmi JISDOR Bank Indonesia juga menunjukkan pola penguatan yang serupa. JISDOR tercatat Rp17.836 pada 14 Agustus, Rp17.856 pada 18 Agustus, Rp17.844 pada 19 Agustus, Rp17.779 pada 20 Agustus, dan Rp17.705 pada 21 Agustus. Pada 26 Agustus, JISDOR berada di Rp17.717, sebelum bergerak ke Rp17.762 pada 27 Agustus dan Rp17.703 pada 28 Agustus.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!