Rupiah Melemah ke Rp17.640 per Dolar AS
Nilai tukar rupiah berbalik./visi.news/ist.
Berdasarkan CME FedWatch, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada pekan ini mencapai 86%.
Penguatan dolar AS juga ditopang kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS. Yield Treasury AS tenor dua tahun yang sensitif terhadap ekspektasi suku bunga The Fed berada di sekitar 4,61% setelah naik 26 basis poin pada pekan lalu.
Harga Minyak Ikut Jadi Perhatian
Selain kebijakan suku bunga, pasar juga masih dibayangi lonjakan harga minyak. Harga minyak Brent naik 2% menjadi US$106,7 per barel setelah serangan baru Houthi ke Arab Saudi dan serangan Iran terhadap kapal-kapal di Teluk meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi.
Kenaikan harga minyak membuat risiko inflasi global kembali mencuat. Kondisi tersebut memperkuat pandangan bahwa bank sentral utama dunia masih memiliki alasan untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat.
Tekanan terhadap rupiah juga sempat disinggung Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti. Ia mengatakan rupiah sebenarnya sempat bergerak lebih kuat dalam beberapa hari terakhir dan hampir menyentuh level Rp17.400 per dolar AS.
"Sebenarnya beberapa hari lalu, kita sudah di Rp17.500-an dan bahkan hampir menyentuh Rp17.400-an. Namun demikian, gejolak global memburuk, karena perang Iran-AS makin meningkat, kita (rupiah) agak tertekan dalam 2 hari terakhir. Tetapi alhamdulillah masih di level Rp17.600-an," ujar Destry dalam rapat kerja dengan DPD RI, Senin (14/9/2026).
Pernyataan tersebut menunjukkan tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipengaruhi faktor global. Eskalasi konflik Timur Tengah, kenaikan harga minyak, ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, serta penguatan dolar AS menjadi sejumlah sentimen yang menahan penguatan rupiah.
Dengan penutupan perdagangan hari ini, rupiah kembali berada di area Rp17.600 per dolar AS. Pasar selanjutnya akan mencermati keputusan The Fed pekan ini untuk melihat arah pergerakan dolar AS dan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!