Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026 Transnusa Buka Rute Lampung-Kuala Lumpur 27 Aug 2026 Lowongan Magang DPD RI 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Caranya 27 Aug 2026 Soroti Perlindungan Pemenang dan Kurator, Tonny Tesar Dorong Kepastian Hukum dalam RUU Pelelangan 27 Aug 2026 Harga Emas Antam Hari Ini Rp2,723 Juta per Gram 27 Aug 2026 Soal Gempa NTT, Melchias Markus Mekeng Minta Pemerintah Perhatikan Rumah Warga Rusak 27 Aug 2026 Tiga Striker Berebut Gelar MVP ASEAN Hyundai Cup 2026 27 Aug 2026 Herman: Pramuka Jabar Harus Cetak Generasi Pancawaluya 27 Aug 2026 CBN dan Alibaba Cloud Percepat Adopsi AI di Indonesia 27 Aug 2026 Studi FedEx-JA: 99 Persen Anak Muda Indonesia Ingin Lebih Siap Kerja 27 Aug 2026 Cuaca Bandung 27 Agustus 2026, Hujan Ringan Berpotensi Turun di Sejumlah Wilayah 27 Aug 2026

Riset Ungkap Berkebun Dinilai Efektif Jaga Kesehatan Mental

Desi Rossilawati
Senin, 9 Februari 2026 | 15:00 WIB
Bagikan
Riset Ungkap Berkebun Dinilai Efektif Jaga Kesehatan Mental

VISI.NEWS | BANDUNGAktivitas berkebun yang selama ini kerap dianggap sekadar hobi, ternyata menyimpan manfaat besar bagi kesehatan mental. Sejumlah penelitian menunjukkan, interaksi dengan alam melalui kegiatan merawat tanaman mampu memberikan dampak positif bagi kondisi psikologis seseorang.

Berkebun melibatkan berbagai aktivitas fisik ringan sekaligus stimulasi mental, mulai dari menanam, menyiram, hingga merawat tanaman. Kegiatan ini dinilai efektif membantu individu melepaskan diri dari tekanan kehidupan modern yang serba cepat dan penuh distraksi.

Banyak praktisi kesehatan dan terapis merekomendasikan kegiatan berkebun sebagai bagian dari perawatan. Dengan demikian, berkebun bukan hanya tentang menumbuhkan tanaman, tetapi juga tentang memelihara pikiran dan jiwa.

1. Mengurangi Stres dan Kecemasan

Berkebun terbukti secara signifikan dapat mengurangi tingkat stres, kecemasan, dan depresi. Aktivitas fisik ringan seperti menyiram atau mencabut gulma dapat memberikan ketenangan dan membantu mengalihkan pikiran dari kekhawatiran yang tidak perlu. Penelitian menunjukkan bahwa berkebun dapat menurunkan kadar kortisol, hormon yang terkait dengan stres, dan meningkatkan perasaan bahagia. Kontak dengan alam dan proses merawat kehidupan dapat menenangkan sistem saraf, memicu respons relaksasi dalam tubuh.

2. Meningkatkan Suasana Hati dan Kebahagiaan

Manfaat berkebun bagi kesehatan mental dapat secara signifikan meningkatkan suasana hati dan memicu perasaan bahagia. Aktivitas ini melibatkan sistem penghargaan otak dengan melepaskan dopamin, yang dikenal sebagai 'hormon perasaan senang', terutama saat menyelesaikan tugas seperti menanam atau memanen hasil. Selain itu, kontak dengan tanah dan bakteri tertentu di dalamnya, seperti Mycobacterium vaccae, dapat memicu pelepasan serotonin. Serotonin adalah antidepresan alami yang berperan penting dalam mengatur suasana hati dan perasaan bahagia. Interaksi ini menciptakan efek positif yang berkelanjutan pada kondisi emosional.
3. Meningkatkan Harga Diri dan Rasa Pencapaian
Merawat tanaman dari benih hingga tumbuh dan berbuah memberikan rasa bangga serta pencapaian yang kuat. Proses ini dapat meningkatkan harga diri dan kepercayaan diri, terutama bagi individu yang mungkin berjuang dengan harga diri rendah. Berkebun adalah kegiatan yang berorientasi pada tujuan, secara lembut membangun kembali kepercayaan diri seseorang. Dari menanam benih kecil hingga melihatnya mekar, berkebun menawarkan rasa tujuan dan kemajuan yang kuat.

4. Mendorong Koneksi Sosial

Berkebun, terutama dalam pengaturan komunitas atau kelompok, memfasilitasi interaksi sosial dan memperkuat koneksi antarindividu. Ini dapat mengurangi perasaan kesepian dan isolasi, yang merupakan faktor risiko untuk masalah kesehatan mental. Taman komunitas telah muncul sebagai pusat vital di mana orang-orang dari berbagai latar belakang berkumpul. Mereka tidak hanya menumbuhkan tanaman, tetapi juga persahabatan yang erat. Upaya kolektif ini secara signifikan mengurangi perasaan isolasi.

5. Meningkatkan Kesadaran (Mindfulness) dan Fokus

Manfaat berkebun bagi kesehatan mental mendorong praktik mindfulness atau kesadaran penuh. Aktivitas ini membutuhkan fokus dan perhatian terhadap detail, seperti menyiram, mencabut gulma, atau mengamati pertumbuhan tanaman. Ini membantu mengalihkan pikiran dari kekhawatiran dan membawa seseorang ke momen saat ini. Berkebun adalah tempat yang sempurna untuk melatih mindfulness karena merupakan aktivitas sehari-hari yang mengundang Anda untuk hadir dan ingin tahu. Ini juga mengundang kasih sayang untuk diri sendiri dan lingkungan saat Anda bekerja menciptakan ekosistem yang seimbang dan fungsional. Fokus pada tugas-tugas berkebun yang sederhana dan berulang dapat menenangkan pikiran dan mengurangi pikiran negatif.

6. Memberikan Aktivitas Fisik dan Manfaat Kesehatan Fisik

Meskipun fokus pada kesehatan mental, berkebun juga merupakan bentuk aktivitas fisik yang sangat bermanfaat. Gerakan seperti menggali, menyiram, dan mencabut gulma dapat membakar kalori, meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan tubuh. Berkebun adalah cara yang menyenangkan bagi orang dewasa untuk tetap aktif secara fisik. Menanam, mencabut gulma, menyiram, dan memangkas memberikan latihan ringan yang meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan. Aktivitas ini juga membantu melepaskan hormon perasaan senang. Aktivitas fisik yang terlibat dalam berkebun melepaskan endorfin, yang secara alami meningkatkan suasana hati dan mengurangi stres.
7. Meningkatkan Fungsi Kognitif
Berkebun melibatkan perencanaan, pemecahan masalah, dan mengingat detail, yang semuanya dapat meningkatkan fungsi kognitif. Merencanakan dan mengatur tata letak taman, mengingat nama tanaman, dan mengamati pola pertumbuhan mendorong pemecahan masalah dan retensi memori. Penelitian menunjukkan bahwa berkebun dapat meningkatkan memori, perhatian, dan konsentrasi. Aktivitas ini merangsang mental dan menantang otak, menjaga fungsi kognitif tetap tajam melalui keterlibatan aktif. Bahkan, beberapa studi mengindikasikan bahwa berkebun memiliki potensi untuk mencegah penurunan kognitif dan mengurangi risiko demensia. Keterlibatan berkelanjutan dalam kegiatan berkebun dapat menjadi strategi efektif untuk menjaga kesehatan otak seiring bertambahnya usia. @desi

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.