Ringkasan Kitab Maulidul Barzanji
Teks (matn) kitab maulid karangan al-Barzanji merupakan salah satu teks maulid yang paling popular di dunia Islam. Teks tersebut mengetengahkan sejarah hidup Kanjeng Nabi Muhammad SAW dengan sangat puitis dan mengandung unsur-unsur sastrawi yang indah. Di Nusantara, teks tersebut dikenal dengan nama “Maulidul Barzanji” yang kerap dibacakan dan dilantunkan di berbagai macam acara dan perayaan keagamaan.
Syaikh Nawawi Al Bantani menulis komntar (syarah) atas teks (matan) kitab Maulidul Barzanji dalam kata pengantarnya beliau mengatakan, jika beberapa handai taulan dan orang-orang dekatnya telah meminta untuk menulis sebuah komentar atas teks tersebut agar isi dan kandungn teks kitab "Maulidul Barzanji" dapat dipahami secara gamblang dan mudah. Beliau menulis "Setelah saya (selesai ) menulis komentar atas kitab maulid karangan Sayyid Zain Al Abidin yang berjudul Iqd Iqyan beberapa orang berprasangka baik pada saya. Berkali kali meminta pada saya untuk juga menulis komentar atas kitab maulid karangan Syekh Za'far (Al Barzanji) yang berjudul Jawahir Iqd atau Alburud yang mana komentar dan keterangan saya itu dapat mengungkap isi kitab, dan memudahkan para pelajar dari bangsa saya untuk memahaminya".
Dijelaskan oleh Syaikh Nawawi Banten, jika sebelumnya ia juga pernah menulis sebuah komentar (syarah) atas teks (matn) maulid lain, yaitu ’Iqdu ‘Iyân karangan Syaikh Zainal Abidin. Meski demikian, lanjut Syaikh Nawawi, teks maulid karangan al-Barzanji memiliki banyak kesitimewaan, yaitu nilai sastrawinya yang sangat tinggi.
Dikatakan oleh Syaikh Nawawi, bahwa “Maulid al-Barzanji banyak dibacakan dan dilantunkan di banyak negeri. Bagaimana tidak demikian, ia adalah pesona yang nyata, dan air yang bening menyegarkan”.
Meski demikian, lanjut Syaikh Nawawi Banten, keelokan sastrawi dari kitab Maulid al-Barzanji itu ibarat burung elok yang terbang hinggap di ranting-ranting pohon sambil bersenandung, tak lagi dapat ditangkap maknanya.
Dalam menuliskan komentar dan penjelasannya, Syaikh Nawawi Banten bersandar kepada beberapa kitab ulasan sejarah Nabi Muhammad SAW yang lain, seperti kitab al-Khullâshotul Mardhiyyah karangan Syaikh Yusuf Al Sunbulawani yang juga guru dari Syaikh Nawawi Banten, juga kitab Al Mawahibul Ladunniyah Bil Minah Al Muhamadiyyah karangan Syaikh Ahmad Al Qasthalani, dan juga kitab As Syifa Bil Huquqil Musthafa karangan Al Qodi Iyad.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!