Ringkasan Kitab Maulidul Barzanji
Shollu 'alan Nabi Muhammad...
Keutamaan Maulidul Barzanji
Syaikh Muhammad Nawawi, Banten, dalam kitab Madârijus Shu’ûd mengatakan, Maulidul Barzanji laksana media yang mampu menjadi sebab datangnya berbagai kebaikan (sihrul halâl) dan orang yang membacanya akan mendapatkan keridhoan dari Alloh SWT.
Syaikh Nawawi Banten, seolah hendak mengatakan, "Dengan membaca Maulidul Barzanji orang akan mendapatkan keutamaan yang sangat banyak, diantaranya akan digampangkan semua urusannya, sebagaimana sihir, namun Maulidul Barzanji seolah sihir yang halal. Jika tujuan membacanya agar terhindar dari penyakit, maka ia akan dijauhkan dari penyakit oleh Alloh SWT. Tidak hanya itu, dengan membacanya, seseorang akan mendapatkan kehormatan berupa keridhoan dari Allah swt".
Cara Membaca Maulidul Barzanji
Cara membacanya, secara khusus yaitu dengan beberapa tahap sebagai berikut :
- Membaca surat al-Fatihah dihadiahkan kepada Rosululloh SAW dan Sayyid Ja’far al-Barzanji.
- Mengajak orang lain untuk bersama-sama membaca shalawat kepada Rasulullah SAW, sekaligus menyampaikan kepada mereka bahwa dengan membaca shalawat, oleh Allah akan diberikan ganjaran berupa surga dan segala kenikmatan di dalamnya, dengan membaca bacaan sebagai berikut :
- اَلْجَنَّةُ وَنَعِيْمُهَا سَعْدٌ لِمَنْ يُصَلِّ وَيُسَلِّمُ وَيُبَارِكُ عَلَيه
- Artinya : “Surga dan segala kenikmatannya merupakan kebahagiaan bagi orang-orang yang bersholawat, mendoakan keselamatan dan keberkahan baginya (Nabi Muhammad Saw).”
- Setiap berpindah dari satu bab ke bab lain, sebagaimana tertera dalam Maulidul Barzanji, diakhiri dengan membaca bacaan berikut :
- عَطِّرِ اللهم قَبْرَهُ الكَرِيْم بِعَرْفٍ شَدِيٍ مِنْ صَلَاةٍ وَتَسْلِيمٍاللهم صل وسلم وبارك عليه..
- Artinya: Ya Allah berikanlah wewangian pada maqbaroh/ quburnya Nabi Muhammad yang Mulia# dengan wewangian dari shalawat dan salam..Ya Allah berilah shalawat, salam dan keberkahan padanya..
Dalam kitab Madârijus Shu’ûd ilâ Iktisâl Burûd sendiri merupakan kitab karangan salah seorang ulama' besar Makkah asal Nusantara (Banten), yaitu Syaikh Muhammad Nawawi al-Bantanî al-Jâwî Indonesia (1314 H/ 1897 M), yang merupakan komentar (syarah) atas teks (matn) Aqd al-Jauhar fî Maulid al-Nabî al-Azhar karangan Syaikh Ja’far al-Barzanji (w. 1117 H/ 1705 M).
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!