Ringkasan Kitab Maulidul Barzanji

ED
Minggu, 29 Desember 2024 | 03:43 WIB
Bagikan
Ringkasan Kitab Maulidul Barzanji

Dalam catatan sejarahnya, Sayyid Za'far menghafal Al Qur'an 30 juz kepada Syekh Isma'il Al Yamani dan di tashih kepada Syekh Yusuf Al Asha'idi. Setelah Al qur'an dihafalnya. Ia mulai belajar ilmu tafsir Al Qur'an dan Hadist. Selanjutnya mempelajari berbagai cabang-cabang ilmu lainnya kepada para ulama di masjid Nabawi Madinah.

Diantara guru-gurunya adalah Syekh Athaallah Bin Ahmad Al Azhari, Syekh Ahmad Abdul Wahab Ath Thontowi Al Ahmadi, Syek Ahmad Al Asybuli dan ulama-ulama lainnya. Dan setelah beliau alim baru diakui keluhuran, keagungan ilmunya oleh ulama-ulama zamannya.

Setelah perjalanan panjang dan melelahkan dalam menuntut ilmu, Sayyid Ja’far al-Barzanji menjadi mufti (ahli fatwa) madzhab Syafi’iyah di Madinah, yaitu saat usianya mencapai 31 tahun, sebagaimana disampaikan oleh Syekh Muhammad al-Qhot’ani :

وَعُمْرُهُ إِحْدَى وَثَلَاثِيْنَ عَامًا ثُمَّ صَارَ مُفْتِي الشَّافِعِيَّةِ فِي الْمَدِيْنَةِ الْمُنَوَّرَةِ وَخَطِيْبًا فَقَدْ كَانَ يَخْطُبُ فِي الْمَسْجِدِ النَّبَوِي الشَّرِيْفِ

Artinya, “Dan pada umur 31 tahun, Sayyid Ja’far al-Barzanji menjadi mufti ulama' madzhab Syafi’iyah di kota Madinah al-Munawwaroh, dan juga menjadi khatib di Masjid Nabawi yang mulia".

Sayyid Ja’far al-Barzanji merupakan ulama' yang punya suara merdu, tampan rupawan, mulia perilakunya, sangat sopan, tinggi cita-citanya, bersungguh-sungguh ketika membahas ilmu, dapat dipercaya. Karenanya, banyak orang-orang meminta pendapat dan fatwa kepadanya karna keluasan ilmunya. Syekh Abil Fadl Muhammad Kholil Bin Ali Al Murodi Mirnyifati Syayid Za'far sebagai pigur karismatik yang sangat alim, dan satu-satunya ulama yang luar biasa pada zamannya.

Sekilas Maulidul Barzanji

Pujian-pujian yang ditulis oleh Sayyid Ja’far al-Barzanji murni atas dasar kecintaannya kepada baginda Nabi Muhammad SAW sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan kecintaan umat Islam kepada Nabinya. Secara ringkas Maulidul Barzanji memiliki paparan sebagai berikut :

  • Menjelaskan silsilah keturunan Nabi Muhammad Saw sampai pada moyangnya yang bernama ‘Adnan.
  • Menjelaskan masa kecil dan kelebihannya saat itu.
  • Mengisahkan kisah Nabi Muhammad Saw saat ikut berdagang bersama pamannya ke kota Syam ketika berumur 12 tahun.
  • Pernikahannya dengan Sayyidah Khodijah Ra pada umur 25 tahun.
  • Pengangkatannya menjadi Rosul pada usia 40 tahun, dan dakwah Islamnya sampai umur 62 tahun.
  • Kemudian di akhir tulisan menjelaskan kewafatan Rasulullah SAW setelah semua tugasnya selesai secara sempurna.

Maulid Barzanji juga menjelaskan beberapa keistimewaan saat kelahiran Nabi Muhammad SAW. Di antaran, beliau lahir dalam keadaan bersujud, dalam keadaan bercelak, bersamaan lahir beliau, simbol-simbol kemusyrikan dihancurkn oleh Allah, seperti hancurnya kerajaan Kisra yang besar, padamnya api sesembahan orang-orang Majusi yang di yakini tidak dapat di padamkan oleh siapa pun selama ribuan tahun. Di saat itu pula hewan-hewan dan makhluk selain manusia merasakan kemuliaan dan keagungannya. Hal ini di tandai dengan berbuahnya semua pohon-pohon yang tidak pernah berbuah dalam rangka menghormati dan menyambut lahirnya makhluk yang paling baik dan mulia Nabi Muhammad SAW.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.