Rembug Bedas di Desa Kramat Mulya, Firdaus Berharap Program Insentif Guru Ngaji Dilanjutkan
Lilis, kader PKK Desa Kramat Mulya berharap kepada Bupati Bandung ada penyelenggaraan pendidikan paket A, B dan C untuk masyarakat di desa setempat.
"Banyak yang belum tamat sekolah. Ingin diadakan sekolah persamaan di Kantor Desa Kramat Mulya supaya lebih dekat," harapnya.
Bupati Bandung Dadang Supriatna langsung merespon apa yang menjadi harapan dan aspirasi warga Desa Kramat Mulya yang diungkapkan pada Rembug Bedas itu. Khususnya pembangunan kampung gamis.
Ia mengaku sepakat dibangun rest area di kawasan jalan alternatif itu. Bupati menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkintan) untuk meninjau mana saja lahan kosong yang merupakan sisa dari pembangunan jalan tersebut.
Pemkab Bandung pun akan melakukan komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum, berkaitan dengan lahan sisa yang ada di jalur alternatif jalan provinsi maupun pusat itu.
"Kami sepakat dibangun rest area. Siapkan pembentukan panitianya oleh masyarakat, untuk pengadaan rest area. Nanti rest area itu ada pengelolanya," katanya.
Ia mengatakan pembangunan rest area itu selain melibatkan DPUTR dan Disperkintan, juga Dinas Perdagangan dan Perindustrian serta Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Bandung.
"Pokoknya saya setuju pembangunan rest area. Pokoknya saya siap mensuport para pengusaha kampung gamis," ujarnya.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!