REFLEKSI | Umat Gatelan
Ya salah kaprah ini dimanfaatkan oleh oknum guru, mereka yang mengaku ulama, sehingga jumlah umat muslim yang masuk dalam golongan tak moderat ini, akhirnya jadi duri dalam daging bagi umat Islam itu sendiri...!
Buktinya mereka yang sedikit ini, selalu saja mewarnai hari-hari kita dalam bernegara, dengan narasi-narasi kebencian, provokasi, gemar menyudutkan pembangunan, dan kebijakan dalam pembenahan sistem yang sebelumnya tak proporsional, selalu jadi celah bahan, bullyan. Entah apa yang mereka mau ! Atau memang guru, ustad, ajengan, dan ulamanya, berharap santri atau muridnya dianjurkan untuk suul adab pada Ulil Amrinya. Masyaallah !
Suul Adab adalah gerakan khas kaum yang terbilang berjumlah sedikit dan sering nyinyir, dalam pergerakan umat Islam yang Moderat di Indonesia ini. Mereka umat gatelan, jika penulis bisa istilahkan.
Mereka golongan yang memiliki kepentingan politik dan motif terselubung, baik yang sudah berani terang terangan, dalam menyuarakan gerakan oposannya, setelah PKI sebagai partai terlarang.
Organisasi massa ini juga tak layak jadi referensi, bagi umat bernalar untuk masuk bergabung ke dalamnya, baik menjadi anggota atau simpatisannya. Berbahaya ! Sudah terlarang ! Layaknya PKI, pahamnya haram kita ikuti.
Yaa... Umat gatelan sekarang ini muncul meramaikan media sosial. Mereka mendapat celah setelah peristiwa pemelintiran informasi toa, yang disampaikan oleh menteri agama, Gus Yaqult, tak berhasil di jatuhkan, celah lain kembali mereka mainkan.
Lagi-lagi Menag kita, selalu buat jalan mereka muncul serempakan, bersamaan, dan koor-nya kompak dengan lagu seragam yang sama.
Seperti pada saat kebijakan toa di sampaikan, sekarang pengambil alihan kewenangan labelisasi halal, jadi bahan yang riuh dinyanyikan dengan suara sumbang.
Berita Terkait
Komentar (0)
Tulis Komentar
Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!