REFLEKSI | Umat Gatelan

ED
Senin, 14 Maret 2022 | 09:13 WIB
Bagikan
REFLEKSI | Umat Gatelan

Itu seperti apa yang dalam Al Qur'an surat Anisa ayat 59 di sebutkan, "Wahai orang-orang yang beriman! taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan ulil amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya".

Artinya apa, puncak kebaikan untuk umat ini, khususnya yang mengaku muslim di Indonesia adalah harus bisa taat, taat pada siapa ? Taat pada Allah. Taat Pada Rasul. Taat pada Ulil Amrinya, pemerintahan, penguasa negara.

Mengajak umat muslim, agar percaya pada ulil amrinya, ini ada dalam pengajaran, bimbingan, dan petunjuk guru, mursyid, ulama yang benar pada murid, dan santrinya !

Lalu bagaimana muslim lainnya yang tidak dalam gemblengan dan masuk kedalam organisasi-organisasi itu.

Ini masalahnya ! Itu kembali lagi ke manusianya, individu yang mengaku ia berislam.

Tuntunan dalam ia mendapatkan pemahamannya, pastinya tergantung gurunya....! Kembali ke siapa mursyid yang ia dengar, dan percayai. Dan jawabannya siapa gurunya ? Dimana ia dapatkan si gurunya itu ? Pahamnya seperti apa ? Moderat, atau ortodoks ? Dan jika konservatif juga, konservatif yang berlandaskan tuntunan yang menunjukan jalan menjadi umat yang rahmatan, atau konservatif yang selalu reaksioner, umat kalapan ! Inilah masalah terbesar bangsa kita, Indonesia.

Jika tadi umat terbesar yang masuk dalam umat Islam moderat lebih memiliki pandangan proporsional. Mari kita tilik saudara kita yang masuk ke wilayah umat dengan pemikiran konservatif. Ketika ia mendapatkan guru dengan pemahaman sempit, maka muridnya menjadi bernalar picik. Ketika gurunya cenderung mengedepankan berpikir pragmatis, muridnya akan bertindak anarkis, cenderung emosional, dan tak berpikir panjang. Ketika gurunya menyerukan jihad, maka muridnya tak berpikir duakali, langsung saja siap syahid, walau apa yang diperjuangkannya, bukan untuk kepentingan agama, tapi kepentingan gurunya.

Halaman :

Komentar (0)

Tulis Komentar

Belum ada komentar untuk artikel ini. Jadilah yang pertama memberikan tanggapan!

VisiNews Club

Nikmati Berita Tanpa Batas & Benefit Eksklusif!

Dapatkan Kaos & Merchandise eksklusif setiap bulan dengan berlangganan Visi News.